
Alun-alun Ratu Zalecha
Kalimantan SelatanAlun-alun Ratu Zalecha adalah ruang terbuka hijau di pusat Martapura, tempat jeda di antara pertokoan, kuliner dan kunjungan budaya.

291 penemuan

Alun-alun Ratu Zalecha adalah ruang terbuka hijau di pusat Martapura, tempat jeda di antara pertokoan, kuliner dan kunjungan budaya.

Amanah Borneo Park di kawasan Palam, Banjarbaru, menawarkan rekreasi keluarga, ruang bermain dan wahana luar ruangan yang dapat dipilih sesuai minat rombongan.
Perjalanan tersendiri menuju bentang infrastruktur air di wilayah IKN yang lebih luas.

Kunjungi Benteng Margherita di Kuching untuk melihat Brooke Gallery dan bangunan yang dipugar. Kenali sejarah Sarawak dan pastikan akses kepada museum sebelum datang.

Bontang Mangrove Park menawarkan titian terkelola melalui mangrove pesisir Taman Nasional Kutai. Letaknya di Kota Bontang memudahkan pengenalan hutan pasang surut, vegetasi mangrove, dan burung air. Gunakan informasi taman nasional karena kawasan mangrove lain di kota memiliki pintu masuk serta pengelola berbeda.

Bukit Bangkirai merupakan kawasan wisata hutan yang dikelola di wilayah Samboja, dikenal melalui jembatan tajuk dan pepohonan tinggi. Tempat ini sesuai untuk perjalanan hutan dari Balikpapan, dengan kegiatan berjalan dan mengamati burung mengikuti cuaca serta arahan pengelola.

Bukit Batu dekat Kasongan memadukan bentang batuan besar dengan kenangan tentang Tjilik Riwut dan tradisi spiritual Kaharingan yang masih hidup. Datanglah sebagai tamu di tempat budaya dan keagamaan, bukan sekadar lokasi memanjat atau berfoto.

Pendakian bukit terjal di atas Waduk Riam Kanan, Tiwingan Lama. Nikmati panorama air tawar dan gugusan pulau dengan memeriksa kondisi jalur kepada pengelola.
Kenali ruang umum Bukit Pandang di Bukit Pelangi, dengan pajangan alat tambang yang menghubungkan rekreasi dan identitas kerja Sangatta.
Bukit Tangkiling menawarkan perbukitan berbatu dan jalur hutan di sisi barat laut Palangka Raya. Rencanakan kunjungan melalui jalur rekreasi yang diizinkan, dengan memahami bahwa bentang alam sekitarnya juga mencakup cagar alam yang dilindungi secara terpisah.
Cahaya Bumi Selamat, biasa disingkat CBS, mempertemukan perdagangan permata Martapura dengan ruang publik di pusat kota. Datanglah untuk melihat perhiasan dan kerajinan, memahami identitas niaga kota, serta membandingkan pilihan sebelum membeli.

Labuan Cermin adalah danau pesisir berair jernih di Biduk-Biduk, Berau, Kalimantan Timur. Lapisan air tawar di permukaan dan air asin di bawahnya menjadikannya tujuan khas dalam perjalanan darat yang direncanakan tersendiri.
Jeda di tepi air dekat ruang publik seremonial Nusantara.
Goa Haji Mangku merupakan objek wisata gua berair di Maratua, menawarkan suasana berbeda dari pantai dan perjalanan terumbu karang. Kolam di antara bebatuan ini memerlukan pengaturan akses setempat serta perhatian terhadap pasang surut dan kondisi air.

Gua Batu Hapu merupakan objek karst di Tapin, dengan mulut luas dan bentukan batu kapur. Atur pemandu lokal serta tetap di area pengunjung yang diizinkan.

Deretan pinus tinggi memberi ruang berteduh di Banjarbaru melalui Hutan Pinus Mentaos, tempat rekreasi ringan, bukan tujuan ekspedisi hutan terpencil.
Kunjungi Baitul Muttaqin di Islamic Center Samarinda sebagai tamu di masjid aktif dan pahami tempatnya dalam kota sungai.

Istana Kadariah memperjelas sejarah Kesultanan Pontianak di kawasan Dalam Bugis. Istana ini layak dikunjungi untuk memahami arsitektur dan sejarah, sementara kunjungan bagian dalam mengikuti pengaturan pengelola saat itu.

Istana Kuning menghubungkan Pangkalan Bun dengan Kesultanan Kutaringin melalui arsitektur kayu dan koleksi sejarah. Situs ini menjadi persinggahan warisan kota bagi pengunjung yang ingin mengenal Pangkalan Bun di luar perannya sebagai gerbang wisata satwa.

Sarawak Cultural Village mempertemukan rumah perwakilan, demonstrasi kerajinan, dan pertunjukan dalam kawasan khusus pengunjung dekat Damai. Tempat ini memberi pengantar tentang beragam bentuk arsitektur dan tradisi Sarawak, terutama untuk kunjungan pertama atau perjalanan keluarga di luar Kuching. Berjalan antar-rumah memberi ritme berbeda dari museum dalam ruang: luangkan waktu mendengar, mengamati, dan bertanya, selain mengikuti pertunjukan. Latar Gunung Santubong menambah daya tariknya. Pahami desa ini sebagai penyajian terkurasi oleh pelaku budaya, bukan komunitas rumah panjang pribadi yang dapat dikunjungi tanpa kesepakatan. Perbedaan tersebut membantu pengunjung menghargai program sekaligus menghormati pengaturan tersendiri bagi perjalanan yang diselenggarakan bersama masyarakat.
Ikuti program arung jeram Riam Parangek yang dikelola masyarakat di Sungai Tanggi, dengan pendampingan dan pilihan bermalam dalam tenda agar tidak terburu-buru pulang.

Pertimbangkan jeram Padas Grade III–IV sebagai petualangan berbeda dari Kiulu, dengan akses terkonfirmasi dan pengaturan keselamatan operator.

Ikuti perjalanan sungai Grade I–II dari Kota Kinabalu, dengan pengarahan keselamatan dan pengaturan kepulangan yang jelas.

Rakit bambu memberi irama berbeda untuk menikmati Amandit dibanding berjalan di tepinya. Bersama joki lokal, Anda bergerak dekat permukaan air melalui bentang Loksado. Rakit dan sungai adalah inti pengalaman: kegiatan air berpemandu dengan kondisi berubah, bukan panggung wisata pasif.
Sungai Kupah mencantumkan anyaman bakol sebagai kegiatan masyarakat. Belajar bersama pembuat memberi pengalaman langsung yang berbeda dari mangrove dan sungai. Mulailah dengan minat pada proses: bentuk, bahan, dan kegunaan keranjang memberi percakapan lebih bermakna daripada hanya mencari barang belanja.
Kenali kegiatan pengolahan madu masyarakat di dekat Palangka Raya, melalui demonstrasi panen, pencicipan, dan penjelasan tanaman pakan lebah.
Kenali keterampilan di balik sape melalui kunjungan yang diatur di Cipta Karya, dari pemilihan kayu, pembentukan, dan ukiran hingga hubungan bentuk alat dengan suaranya.

Di sekitar Loksado, berjalan kaki mempertemukan lereng berhutan Meratus dengan jalan desa, sungai, dan bentang keseharian dataran tinggi. Bersama pendamping lokal, kegiatan dapat berupa setengah hari menuju air terjun atau perjalanan lebih panjang melalui jalur dan komunitas yang dikenalnya. Daya tariknya muncul sepanjang jalan: perubahan tanah, aliran air, lahan yang ditanami, serta hubungan permukiman dengan hutan. Ini sesuai bagi wisatawan aktif yang ingin mengenal Kalimantan Selatan di luar kota tanpa merencanakan ekspedisi panjang. Menginap di Loksado memberi ruang bagi pengalaman berjalan. Jika kedatangan, kegiatan, dan kepulangan ke kota jauh dipadatkan dalam satu hari, waktu untuk memahami tempat akan jauh berkurang.

Di seberang Sungai Brunei dari pusat Bandar Seri Begawan, titian kayu menghubungkan permukiman, dermaga, dan rumah-rumah di atas air. Kunjungan ke Kampong Ayer memadukan penyeberangan singkat dengan taksi air dan kesempatan memahami arsitektur kehidupan sehari-hari di sebuah kampung air. Perahu mengantar warga ke sekolah, tempat kerja, dan tepian kota, sedangkan titian membentuk jaringan penghubung antarrumah. Bersama pendamping lokal, perjalanan juga menjadi percakapan tentang cara permukiman ini hidup dan berubah. Pengalaman ini menarik bagi wisatawan yang menyukai arsitektur, sejarah, dan kehidupan masyarakat. Sediakan beberapa jam untuk menyeberang, mengunjungi galeri, dan berjalan santai, bukan sekadar memotret dari seberang sungai. Menginap di pusat Bandar memudahkan Anda menggabungkannya dengan museum dan kawasan tepi sungai ibu kota.

Jelajahi jalan, tugu peringatan, dan sejarah perbukitan Sandakan agar kota gerbang pesisir timur ini terasa lebih dari sekadar tempat berganti kendaraan menuju alam.

Kawasan kantor pusat Kinabalu Park menawarkan pengalaman pegunungan Sabah tanpa harus mendaki puncak. Jalur hutan dan kebun botani membawa pengunjung ke lingkungan dataran tinggi yang lebih sejuk, dengan tumbuhan, kabut, dan perubahan cahaya sebagai bagian daya tarik. Sehari di sini dapat memadukan jalan yang sesuai kemampuan, penjelasan, dan pengamatan tanaman secara perlahan. Pilihan ini cocok bagi pencinta alam, keluarga yang memilih lintasan tepat, serta wisatawan yang ingin suasana gunung tanpa komitmen pendakian beberapa hari. Bentuk kunjungan berdasarkan jalur terbuka dan waktu yang ingin dihabiskan di luar, bukan ambisi menuntaskan semua lintasan. Gunung mungkin mendominasi pemandangan ketika awan tersibak, tetapi hutan terdekat memberi isi pada kegiatan berjalan.

Tarakan menawarkan persinggahan alam yang khas dalam perjalanan kota: berjalan di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan, atau KKMB. Titian membawa pengunjung ke hutan pasang surut, tempat akar, lumpur, dan tumbuhan membentuk pemandangan berbeda dari jalan di dekatnya. Daya tariknya bersifat ekologis sekaligus lokal. Ini kawasan konservasi yang dikelola di dalam kota pulau yang aktif, bukan ekspedisi hutan hujan terpencil. Kegiatan sesuai bagi wisatawan dengan waktu terbatas, keluarga yang senang mengamati satwa dengan tenang, dan orang yang ingin memahami mangrove. Beri ruang untuk berhenti. Bentuk akar dan gerakan di tepi hutan dapat sama menariknya dengan langsung mencari satu jenis satwa. Langkah yang pelan membantu Anda memperhatikan lingkungan dengan lebih baik.

Hubungkan suasana sungai Sibu dengan bangunan warisan, ruang publik dan penafsiran museum. Pilih rute jalan kaki yang sesuai, dengan waktu bagi tiap tempat menjelaskan bagian berbeda dari cerita kota.

Tambahkan jalan hutan dataran rendah pada kunjungan Poring, dengan Air Terjun Kipungit sebagai tujuan tersendiri.
Atur perjalanan air terjun bersama warga di Kabupaten Bengkayang, melalui jalan darat menuju Sahan, perjalanan ojek, dan jalur kaki terakhir ke Riam Barawatn.

Jelajahi jalur pengunjung Simud Hitam dan pelajari hubungan walet, kelelawar, serta panen sarang dengan bentang batu kapur ini.

Nikmati kunjungan pesisir Tanjung Simpang Mengayau, di luar Kudat pada semenanjung utara Sabah.

Kunjungi substasiun Mahua dekat Tambunan untuk pendekatan hutan singkat dan waktu menikmati air terjun.
Atur kunjungan kerajinan dan warisan di Lamin Kampung, Kampong Penapar, Tutong. Program Pangkalan Waris menghubungkan benda sehari-hari dengan kegiatan praktis dan cerita kehidupan kampung.

Mendayung dari pusat olahraga air Poni di Pantai Serasa selama sekitar satu jam. Kayak satu dan dua tempat duduk menjadi pilihan untuk menikmati perairan selama menginap di Brunei-Muara.

Singgah bersama tuan rumah desa untuk mempelajari produksi madu di kawasan Matunggong, Sabah utara.

Kenali keragaman budaya Sarawak melalui rumah pameran dan demonstrasi di Damai, sambil meluangkan waktu di luar pertunjukan panggung.

Nikmati malam bersama North Borneo Cruises dengan panorama pesisir, prasmanan, dan musik langsung.
Kegiatan Biking Eco Friendly Cipta Karya menjelajahi pedesaan dengan kecepatan sepeda. Desa mencantumkannya terpisah dari sepeda gunung lintas alam, perbedaan penting dalam memilih peralatan dan tenaga. Halaman ini membahas kegiatan keliling desa yang diatur lokal, bukan tantangan jalur teknis.

Jelajahi Kuching dengan sepeda dan penyeberangan sungai tradisional, menghubungkan jalan bersejarah, lorong kampung dan tempat mencicipi makanan. Pilih keberangkatan berpemandu sesuai kepercayaan diri bersepeda.
Kunjungi kawasan pembuat dodol di Telaga Bidadari dekat Kandangan untuk melihat proses pembuatan salah satu makanan manis khas Kalimantan Selatan. Atur pertemuan dengan produsen, sediakan waktu untuk bertanya dan mencicipi jika ditawarkan, lalu beli langsung bila ada yang ingin dibawa pulang.

Atur kunjungan kerajinan di kawasan Kudat untuk mengenal pembuatan gong dan hubungannya dengan kehidupan budaya setempat.
Pilih kombinasi flying fox, dinding panjat, dan tantangan tali dengan pengawasan di pusat petualangan Kiulu.

Ikuti pengalaman menyelam pertama bersama instruktur dekat Kota Kinabalu, dimulai dengan pengarahan dan latihan air dangkal.
Jelajahi lanskap danau yang berubah dari Miri, dengan perjalanan perahu saat air memungkinkan dan pengenalan tradisi menangkap ikan Berawan.

Susuri Sungai Embaloh dari Sadap menuju Tekelan dalam perjalanan berpemandu yang memadukan perahu kayu, kemah tepi sungai, jelajah hutan, dan perjumpaan dengan masyarakat Iban.

Rencanakan pendakian beberapa hari di hutan lindung Maliau dan bedakan perjalanan ke air terjun dari kunjungan singkat sekitar pusat studi.
Bermalam dua malam di tepi Sungai Lalang setelah pengenalan di Nanga Sumpa. Jalan hutan berpemandu, hidangan dari tuan rumah Iban dan kamp sederhana membentuk perjalanan pedalaman khusus dari Kuching.

Sediakan beberapa hari untuk mendaki Gunung Mulu, dari hutan dataran rendah menuju hutan tinggi dan jalur puncak menantang. Perjalanan berpemandu ini membutuhkan perkemahan, perlengkapan dan waktu tersendiri di luar program gua wisata.
Kunjungan kerajinan dengan tuan rumah di Kedang Ipil menyoroti bahan dan keterampilan sehari-hari. Desa mencantumkan pembuatan gula aren dan anyaman. Nilainya terletak pada melihat atau belajar bersama pembuatnya, bukan mengharapkan seluruh kerajinan dan upacara dalam satu tur baku.
Temui tuan rumah lokal sekitar Kinarut dan Papar, siapkan hidangan daerah, lalu makan bersama dalam suasana keluarga.

Tambahkan pengalaman jalur batu bersama pemandu khusus pada rencana pendakian Gunung Kinabalu yang disiapkan dengan baik.

Kenali mangrove perkotaan melalui kunjungan jalur papan mandiri atau program berpemandu yang diatur terpisah.

Nikmati alam di Bandar Seri Begawan dengan memilih ruang publik taman yang ringan atau jalur hiking yang dinilai terpisah.
Jelajahi air terjun hutan di kawasan Mendaram, Belait, bersama pemandu lokal dan sediakan waktu untuk perjalanan pulang.