Sisi lain kawasan Kutai
Bentang batu kapur Kutai menawarkan sudut pandang berbeda dari jalur hutannya. Di Sampemarta, perhatian beralih dari tajuk pepohonan ke permukaan batu, lorong, dan bentukan yang terlihat dalam cahaya lampu kepala. Luangkan waktu untuk mengamati tanpa menjadikan setiap jeda sebagai sesi foto. Bergerak perlahan juga membantu memperhatikan pijakan dan orang di depan.
Gua ini berada dalam kawasan yang dilindungi. Jalani kunjungan sebagai kegiatan berpemandu dengan rute dan titik kembali yang jelas. Pintu gua yang terlihat di peta tidak menggantikan izin, pengaturan pertemuan, ataupun penilaian kondisi di lapangan.
Mengatur pendamping dan rute
Hubungi Balai Taman Nasional Kutai di Bontang sebelum menyusun kunjungan. Tanyakan cara mengatur pendampingan yang diwajibkan dan tim pemandu setempat. Pokdarwis Desa Martadinata pernah terlibat dalam kunjungan berpemandu; mintalah pihak taman nasional memastikan siapa yang akan menerima rombongan dan lokasi pertemuannya.
Bahas rute yang benar-benar akan ditempuh, bukan hanya bertanya berapa lama berada di gua. Bagian lorong singkat, perjalanan menuju mulut gua, dan keseluruhan kegiatan memiliki ukuran waktu berbeda. Tanyakan bagian memanjat, lorong sempit, tanah basah, serta kemungkinan berbalik. Sampaikan keterbatasan mobilitas atau kecemasan terhadap ruang tertutup sebelum memutuskan ikut.
Persiapan sebelum masuk
Sepakati penyedia helm, lampu kepala, dan perlengkapan lain yang dibutuhkan, lalu periksa kecocokannya sebelum meninggalkan titik pertemuan. Bawa lampu atau baterai cadangan sesuai arahan pemandu. Diskusikan alas kaki untuk rute yang dipilih; sandal santai bukan pilihan tepat sebagai dasar persiapan perjalanan bawah tanah.
Biarkan tangan bebas ketika diminta pemandu dan jaga jarak antarpeserta. Jika suatu bagian terasa melampaui kemampuan atau kenyamanan, sampaikan selagi rencana masih dapat diubah. Tanyakan tindakan tim ketika kondisi memburuk dan pengaturan jika kegiatan batal dilakukan. Pembayaran bukan alasan untuk melanjutkan perjalanan bertentangan dengan arahan setempat.
Menjaga gua tetap utuh
Ikuti jalur yang ditunjukkan pemandu dan jaga jarak dari bentukan gua. Jangan menyentuh, mencoret, atau mengambil batu, dan jangan memindahkan satwa demi foto. Jaga suara tetap rendah serta arahkan cahaya sesuai petunjuk, terutama di sekitar satwa yang beristirahat. Semua barang yang dibawa masuk harus dibawa keluar kembali.
Atur kendaraan pulang dengan cermat seperti perjalanan berangkat. Tanyakan apakah penawaran mencakup tiket taman nasional, pendampingan berwenang, perlengkapan, dan transportasi. Pastikan titik pertemuan secara jelas. Sisakan waktu untuk pengarahan dan perubahan rute. Kunjungan yang berhasil sesuai dengan kemampuan rombongan dan menghormati gua, meskipun bagian perjalanan bawah tanahnya relatif singkat.


