Bagian luar Masjid Jame’ ‘Asr Hassanil Bolkiah (2013).
Bagian luar Masjid Jame’ ‘Asr Hassanil Bolkiah (2013).Balou46 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 3.0 · Asli
Objek wisata · Brunei-Muara

Masjid Jame’ ‘Asr Hassanil Bolkiah

Kubah keemasan, permukaan berhias pola dan taman tertata menjadikan Masjid Jame’ ‘Asr Hassanil Bolkiah tempat menarik untuk menikmati arsitektur di Kiarong, Bandar Seri Begawan. Masjid ini tetap digunakan untuk beribadah: sesuaikan rencana dengan waktu kunjungan yang diizinkan dan jangan menganggap akses ke ruang salat selalu tersedia.

Arsitektur dan kehidupan sebuah masjid

Masjid ini dibuka pada 1994. Menurut Brunei Tourism, 29 kubah keemasannya merujuk pada kedudukan Sultan sebagai penguasa Brunei ke-29. Marmer, mosaik dan ornamen geometris menghadirkan detail yang layak diamati, bukan hanya bentuk bangunannya dari kejauhan. Taman dan air mancur melengkapi lingkungan arsitekturnya.

Kunjungan tidak harus sepenuhnya bergantung pada kesempatan memasuki ruang salat. Bagian luar dan kawasan taman juga memberi kesempatan menikmati kompleks ini, selama pengunjung diizinkan masuk. Ibadah dan kebutuhan jemaah selalu didahulukan. Laporan Kementerian Hal Ehwal Ugama tentang acara terbuka pada Agustus 2026 menunjukkan peran masjid dalam kehidupan masyarakat; acara tersebut bukan program wisata yang berlangsung setiap hari.

Menuju Kiarong dan memilih waktu kunjungan

Jadikan Bandar Seri Begawan sebagai pangkalan dan atur perjalanan darat menuju Simpang 127 di Kampong Kiarong. Lokasinya terpisah dari kawasan tepi air di pusat kota; jangan berasumsi bahwa rute jalan kaki di pusat kota melewati pintu masuknya. Taksi, layanan Dart atau kendaraan pribadi dapat digunakan untuk menggabungkan kunjungan ini dengan kegiatan lain di kota.

Brunei Tourism mencantumkan waktu kunjungan pukul 08.00–11.30 dan 14.00–15.00 pada hari selain Jumat, yang tercantum tutup bagi pengunjung. Periksa kembali informasi resmi sebelum berangkat dan ikuti petunjuk petugas saat tiba. Waktu salat, kegiatan keagamaan dan pembatasan sementara dapat membatasi akses ke bagian dalam. Sebagai perkiraan perencanaan, sisihkan sekitar 45–90 menit di lokasi, di luar waktu perjalanan.

Pakaian, fotografi dan sikap menghormati

Kenakan pakaian sopan dan bawa penutup kepala bila diperlukan. Panduan resmi Brunei meminta pengunjung perempuan menutup kepala, bahu dan lutut. Lepaskan alas kaki sesuai petunjuk sebelum memasuki ruang salat; jangan melintas tepat di depan orang yang sedang salat. Mintalah izin sebelum memotret, terutama di dalam bangunan atau ketika ada orang dalam bingkai. Patuhi pembatasan setempat meskipun pengunjung lain terlihat sedang mengambil foto.

Memahami konteks kunjungan

Uraian tentang konteks budaya Melayu dan Islam di Brunei membantu memahami tata krama berkunjung ke masjid yang aktif digunakan. Masjid Omar ‘Ali Saifuddien menawarkan kunjungan arsitektur tersendiri di tepi air pusat kota. Sediakan waktu perjalanan dan kunjungan untuk masing-masing masjid, karena keduanya bukan satu kompleks.

Jelajahi pulau

Titik ini hanya untuk orientasi, bukan pintu masuk atau titik keberangkatan yang telah diverifikasi. Pastikan petunjuk kedatangan dengan pengelola atau tuan rumah.

Muat peta untuk menjelajahi lokasi di seluruh Borneo.

Memuat peta ini membagikan data koneksi dengan OpenStreetMap.

Privasi
BORNEO

Pilih penanda untuk menjelajahi lokasi. Titik bersifat perkiraan, bukan peta navigasi.

Masjid Jame’ ‘Asr Hassanil Bolkiah

Sumber & referensi

Brunei Tourism · Brunei Tourism

Brunei Tourism / Tourism Development Department · Brunei Tourism / Tourism Development Department

Ministry of Religious Affairs · Mari Imarahkan Masjid open-day launch

Official source · Official source

Laporkan koreksi