
Mengenal Kalimantan Selatan lewat museum
Museum Lambung Mangkurat memperkenalkan masyarakat serta warisan benda Kalimantan Selatan. Jadikan kunjungan ini pembuka perjalanan, bukan persinggahan terburu-buru di antara penerbangan.


Banjarbaru mengajak Anda berhenti lebih lama, bukan sekadar lewat bandara: museum daerah, ruang publik, keteduhan pinus dan kuliner di tepian Kemuning. Luangkan dua atau tiga hari mengenal ruang kota serta warga yang memberi warna pada jalan-jalannya.
289.351 penduduk terdaftar — wilayah administrasi Kota Banjarbaru, semester I 2025 (Dukcapil).

Museum Lambung Mangkurat memperkenalkan masyarakat serta warisan benda Kalimantan Selatan. Jadikan kunjungan ini pembuka perjalanan, bukan persinggahan terburu-buru di antara penerbangan.

Hutan Pinus Mentaos memberi perubahan suasana: ruang hijau perkotaan, jalan santai dan jeda tenang tanpa perjalanan jauh ke alam.

Di sekitar Lapangan Murjani, pusat pemerintahan juga menjadi tempat rekreasi warga dan berbagai acara. Datanglah tanpa mengharapkan pertunjukan terjadwal; keseharian kota pun menarik untuk dikenali.

Museum Lambung Mangkurat merupakan museum provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru. Koleksinya memperkenalkan budaya material dan sejarah daerah, dengan lokasi yang praktis di koridor Jalan Ahmad Yani.
Jelajahi lebih jauh
Kebun raya di Banjarbaru ini memperkenalkan tumbuhan Kalimantan melalui koleksi terkelola dan ruang taman, dengan konservasi serta pembelajaran sebagai inti.
Jelajahi lebih jauh
Lapangan kota Banjarbaru ini menjadi tempat mengamati kehidupan publik, dari rekreasi sehari-hari hingga pertemuan terorganisasi ketika ada agenda.
Jelajahi lebih jauh
Amanah Borneo Park di kawasan Palam, Banjarbaru, menawarkan rekreasi keluarga, ruang bermain dan wahana luar ruangan yang dapat dipilih sesuai minat rombongan.
Jelajahi lebih jauh
Aeris Hotel berada di Jalan Panglima Batur Timur / Jalan P. Suriansyah Ujung, kawasan perkotaan Banjarbaru. Operator menyebut restoran, taman bermain atap, dan refleksi.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Grand Qin merupakan hotel yang lebih besar di kompleks Q Mall, Jalan Ahmad Yani, Banjarbaru. Sebelumnya bernama Grand Dafam Q dan berbeda dari Qin Hotel di sebelahnya.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Qin Hotel merupakan hotel kelas menengah tersendiri di samping Grand Qin, kompleks Q Mall Banjarbaru. Periksa nama hotel yang tepat saat memilih kamar.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Roditha Banjarbaru berada di Jalan Ahmad Yani KM 36, kawasan perkotaan Banjarbaru. Ini cabang Roditha Banjarbaru, terpisah dari hotel Banjarmasin.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Grand Maya by ARTOTEL berada di Jalan Ahmad Yani KM 21.7, Liang Anggang, kawasan perkotaan Banjarbaru.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
fave+ Hotel Banjarbaru berada di Jalan Ahmad Yani KM 32.5, Loktabat Utara, kawasan perkotaan Banjarbaru. Operator memakai nama fave+ setelah perubahan merek 2025.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Novotel Banjarmasin Airport berada di Landasan Ulin, Banjarbaru, pada sisi bandara kawasan Banjarmasin yang lebih luas di Kalimantan Selatan.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Wisma syariah di Banjarbaru. Periksa ketentuan tamu dan pengaturan kedatangan saat memilih kamar.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Terdaftar sebagai RedDoorz Plus Syariah @ Banjarbaru 2. Pastikan angka “2” tercantum agar tidak tertukar dengan properti lain.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Properti di Banjarbaru yang berbeda dari cabang bernomor 2. Pastikan alamat dan ketentuan tamu syariah sebelum tiba.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Jalan dan ruang publik Banjarbaru memberi pengantar berbeda dari kota pelabuhan tua. Di Lapangan Murjani, bangunan pemerintahan berdekatan dengan rekreasi sehari-hari. Museum Lambung Mangkurat menempatkan kawasan kota yang relatif modern dalam sejarah kebudayaan provinsi yang jauh lebih tua. Padukan keduanya: koleksi di dalam museum, kemudian kehidupan kota di luar.
Jelajahi lebih jauh
Kampung Pelangi bukan sekadar latar warna-warni. Letaknya di tepi Kemuning dan kawasan kulinernya menunjukkan hubungan permukiman dengan ruang bersama. Berjalanlah tanpa menghalangi pintu rumah, pilih warung yang menerima pengunjung dan ingat bahwa mural tidak menjadikan setiap rumah objek wisata. Kondisi, pedagang dan kegiatan warga dapat berubah; kunjungan singkat yang lentur lebih baik daripada daftar pengalaman yang dijanjikan.
Jelajahi lebih jauhHidangan lokal dan tradisi kuliner sehari-hari.
Baca juga: Mencicipi jamu di Kampung Pejabat →

Soto Banjar adalah sup ayam berempah dari Kalimantan Selatan, lazim disajikan dengan ketupat, telur, dan perkedel. Aroma hangat serta pelengkap beragam membuatnya menjadi makanan lengkap.
Jelajahi lebih jauh
Nasi kuning dan lauk berbumbu kuat menjadi pengantar sarapan yang menarik untuk mengenal tradisi kuliner Banjar di Banjarbaru.
Jelajahi lebih jauhBandara Syamsudin Noor berada di Banjarbaru. Pilih penginapan sesuai kawasan yang ingin dijelajahi dan atur kendaraan; bandara serta kawasan museum merupakan tujuan yang terpisah.
Jelajahi lebih jauhGabungkan kunjungan yang berdekatan agar tidak berulang kali menyeberangi kota. Berjalanlah di sekitar pusat kota dan atur kendaraan menuju bandara, permukiman serta ruang hijau.
Gunakan bagian hari yang lebih sejuk untuk kegiatan luar ruangan dan sisakan museum atau makan sebagai pilihan saat hujan. Pastikan agenda khusus; lapangan dan permukiman tidak selalu memiliki acara harian.
Wisata kampung berlangsung di tempat warga tinggal dan bekerja. Minta izin untuk foto atau demonstrasi, bawa uang kecil dan tanyakan bahan makanan maupun jamu.
Banjarbaru merupakan kota di Kalimantan Selatan. Bandara Syamsudin Noor berada di bagian barat kawasan perkotaannya, sedangkan pusat kota lama lebih ke timur. Martapura adalah kota tetangga, bukan nama lain Banjarbaru. Susun kunjungan per kawasan, bukan menganggap seluruh koridor dapat dijelajahi berjalan kaki.
Mulailah di Museum Lambung Mangkurat, beri waktu untuk koleksinya, lalu beristirahat sambil menikmati masakan Banjar. Kunjungi Lapangan Murjani menjelang sore dan nikmati malam tanpa terburu-buru.
Berjalan santai di Hutan Pinus Mentaos, lalu beristirahat saat panas tengah hari. Kunjungi Kampung Pelangi di tepi Kemuning dan pilih tempat makan sesuai yang sedang buka.
Jika sudah diatur, temui pengolah jamu di Kampung Pejabat. Sisakan waktu cukup untuk menuju bandara dan jangan menganggap kegiatan praktik tersedia setiap hari.
Dari inspirasi awal menuju perjalanan Borneo Anda.
Sejarah, budaya, dan informasi praktis yang memperkaya kunjungan. Buka setiap bab untuk membaca panduan lengkap.

Banjarbaru mengajak Anda berhenti lebih lama, bukan sekadar lewat bandara: museum daerah, ruang publik, keteduhan pinus dan kuliner di tepian Kemuning. Luangkan dua atau tiga hari mengenal ruang kota serta warga yang memberi warna pada jalan-jalannya.
Jalan dan ruang publik Banjarbaru memberi pengantar berbeda dari kota pelabuhan tua. Di Lapangan Murjani, bangunan pemerintahan berdekatan dengan rekreasi sehari-hari. Museum Lambung Mangkurat menempatkan kawasan kota yang relatif modern dalam sejarah kebudayaan provinsi yang jauh lebih tua. Padukan keduanya: koleksi di dalam museum, kemudian kehidupan kota di luar.
Gunakan museum untuk menempatkan benda-benda koleksi dalam masa lalu Kalimantan Selatan yang lebih luas; kota ini tidak menggantikan seluruh komunitas yang diwakili koleksi. Bandingkan cerita di dalam museum dengan pusat pemerintahan sekarang, alih-alih segera mengejar tempat jauh. Lapangan Murjani merupakan ruang bersama sekaligus lokasi acara, sehingga suasananya berbeda menurut hari. Pagi yang tenang dan acara besar adalah dua pengalaman berbeda. Periksa pengaturan terkini dan hormati bagian lapangan yang sedang dipakai atau dibatasi. Perencanaan wisata kota resmi juga menghubungkan museum, lapangan dan kawasan permukiman, sehingga kunjungan lokal yang ringkas memiliki alur yang masuk akal.

Kampung Pelangi bukan sekadar latar warna-warni. Letaknya di tepi Kemuning dan kawasan kulinernya menunjukkan hubungan permukiman dengan ruang bersama. Berjalanlah tanpa menghalangi pintu rumah, pilih warung yang menerima pengunjung dan ingat bahwa mural tidak menjadikan setiap rumah objek wisata. Kondisi, pedagang dan kegiatan warga dapat berubah; kunjungan singkat yang lentur lebih baik daripada daftar pengalaman yang dijanjikan.
Rencana Banjarbaru dapat dibuat lentur tanpa kehilangan ciri khasnya. Pilih pagi atau sore untuk hutan pinus dan lapangan; gunakan museum atau makan siang lebih santai ketika hujan deras atau panas terik. Periksa prakiraan setempat, bukan menganggap ada bulan yang pasti bebas hujan. Jalur tepi sungai Kampung Pelangi perlu perhatian setelah hujan. Libur atau acara kota dapat mengubah lalu lintas sekitar Murjani; periksa agenda resmi jika kunjungan bertujuan menghadiri acara.

Kuliner Banjarbaru membawa hidangan regional Banjar ke dalam keseharian kota. Soto Banjar menjadi pembuka yang mudah dikenali; laporan resmi kota tentang Kampung Pelangi juga mencantumkannya di antara pilihan makanan tepian sungai. Nasi kuning dengan lauk masak habang memberi pengantar lain: nasi dan lauk saling melengkapi, sementara pilihan ikan, telur atau lauk lain mengikuti dapur masing-masing. Jelaskan sebagai makanan regional yang disajikan di kota, bukan ciptaan yang hanya berasal dari Banjarbaru.
Kampung Pejabat memberi jalur kuliner berbeda. Di Loktabat Selatan, pengolahan jamu menjadi bagian mata pencaharian warga yang didokumentasikan melalui kunjungan dan kegiatan masyarakat. Atur pertemuan bila ingin melihat produksi; pencantuman kampung wisata bukan berarti ada meja demonstrasi yang selalu buka. Tanyakan bahan serta kebersihan sebelum mencicipi, terutama jika memiliki alergi atau minum obat. Nilai budaya jamu tidak otomatis membenarkan klaim kesehatan. Luangkan waktu untuk percakapan dan minuman, bukan memperlakukan setiap kampung sebagai produk yang harus dikumpulkan.

Jadikan museum dan kawasan Murjani satu kelompok kunjungan. Kampung Pelangi, Mentaos dan Loktabat Selatan merupakan persinggahan lokal tersendiri; bandara memerlukan perjalanan khusus. Minta penginapan mengatur pengemudi atau periksa jangkauan aplikasi untuk pergi dan pulang. Jika memakai bus umum, pastikan rute, halte serta jam layanan terbaru kepada operator. Jangan menganggap semua tempat wisata dilalui bus. Jalan kaki cocok di sekitar lokasi tertentu, tetapi ruas ramai dan panas tidak mendukung putaran seluruh kota dengan berjalan kaki.
Tanyakan aturan masuk dan fotografi saat tiba di museum. Di Kampung Pelangi serta Kampung Pejabat, bedakan jalur atau toko umum dengan rumah dan ruang produksi pribadi. Pencantuman kampung wisata tidak menjamin adanya lokakarya; sepakati demonstrasi langsung dengan pengelola. Bawa uang kecil, pastikan harga sebelum memesan serta sediakan air minum dan pelindung hujan. Jamu adalah bagian budaya kuliner, bukan pengganti pengobatan; tanyakan bahan jika memiliki alergi, minum obat atau perlu menghindari tumbuhan tertentu.
Memuat peta ini menghubungkan browser Anda ke Google. Google menerima alamat IP dan informasi browser Anda serta dapat menggunakan cookie sesuai kebijakan privasinya. Pilihan ini hanya berlaku untuk peta ini hingga Anda meninggalkan atau memuat ulang halaman; Analytics tidak diaktifkan.
museum.kemenbud.go.id · museum%2Blambung%2Bmangkurat
sisparnas.kemenpar.go.id · 22393
jadesta.kemenpar.go.id · kampung_pelangi_2
sisparnas.kemenpar.go.id · 64553
jdih.banjarbarukota.go.id · Perda%202%20Tahun%202025.pdf
jadesta.kemenpar.go.id · kampung_pejabat
prokopim.banjarbarukota.go.id · kampung pengolah jamu loktabat kampung pejabat
kim.banjarbarukota.go.id · peserta konferensi pkm csr 2025.html
syamsudinnoor-airport.co.id · index
Banjarbaru city hall · 2018Kota Banjarbaru · Wikimedia Commons · PD-IDGov · Dipotong · Asli
Museum Lambung Mangkurat · 2025Tim WikiBanua 2.0 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Hutan Pinus 1 Banjarbaru · 2019Farisasky · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Lapangan Murjani, Banjarbaru · 2025Rabiatul Jannah · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Museum Lambung MangkuratTim WikiBanua 2.0 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Labirin di Kebun Raya Banua Banjarbaru · 2026Sibiru45 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Dr Murdjani Field Banjarbaru · 2014Government of Banjarbaru · Wikimedia Commons · PD-IDGov · Dipotong · Asli
Amanah Borneo Park · 2026Sibiru45 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Balai Kota Banjarbaru · 2025Rabiatul Jannah · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Kampoeng Pelangi Banjarbaru · 2017Ezagren (Arief R. Randan) · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Soto Banjar difoto di Pak Amat, Banjarmasin.Midori · Wikimedia Commons · CC BY 3.0 · Dipotong · Asli
Nasi kuning Banjar · kuliner daerahTim WikiPuluran - WikiBanua · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Lapangan olahraga di Lapangan Murjani (2025)Rabiatul Jannah · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Tugu Selamat Datang Banjarbaru · foto tahun 2011Arief Rahman Saan (Ezagren) · Wikimedia Commons · Attribution only; commercial use explicitly permitted · Dipotong · Asli
Papan nama bandara yang menyala di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru.Muhammad Ramadhana · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Museum Lambung MangkuratTim WikiBanua 2.0 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Tugu Kebun Raya Banua · 2025Radramboo / Tim WikiBanua 2.0 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Ilat sapi difoto di Banjarmasin (2023) · kuliner BanjarTim WikiPuluran - WikiBanua · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Bundaran Trikora, Banjarbaru · foto tahun 2011Zubaydah · Wikimedia Commons · CC BY 3.0 · Dipotong · Asli
Perahu dagang jukung di Lok Baintan, Kabupaten Banjar.Muhammad Haris · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru (2025).Tim WikiBanua 2.0 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli