Arsitektur di tepi Mahakam
Masjid Baitul Muttaqin di Islamic Center menjadi penanda kota sungai. Datanglah sebagai tamu di tempat ibadah aktif, dengan perhatian pada arsitektur dan petunjuk pengelola.

Samarinda tumbuh mengikuti Mahakam: sungai yang sibuk berdampingan dengan tepian kota, siluet masjid, dan permukiman tempat tenun masih hidup. Luangkan dua atau tiga hari, termasuk kunjungan tersendiri bersama tuan rumah di Pampang dan waktu untuk kuliner Kampung Nasi Kuning.
865.306 penduduk · proyeksi BPS Juni 2025 · wilayah administrasi Kota Samarinda
Masjid Baitul Muttaqin di Islamic Center menjadi penanda kota sungai. Datanglah sebagai tamu di tempat ibadah aktif, dengan perhatian pada arsitektur dan petunjuk pengelola.
Di Pampang, lamin, tari, dan musik menjadi bagian kehidupan komunitas Kenyah tertentu. Atur kunjungan bersama tuan rumah dan pahami maknanya, bukan memperlakukan kampung sebagai latar foto.
Datangi Kampung Tenun di Samarinda Seberang untuk mengenal proses menenun. Tanyakan bahan, motif, dan waktu pengerjaan kepada perajin; kain jadi lebih bermakna ketika prosesnya dipahami.
Berjalan di tepian kota di Teras Samarinda dan amati aktivitas sungai dari ruang publik. Kunjungan lokal ini berbeda dari perjalanan panjang ke desa di hulu.
Jelajahi lebih jauh
Rencanakan kunjungan Minggu dari Samarinda ke lamin masyarakat Pampang untuk menikmati tari dan musik Kenyah, memahami pertunjukan, serta berkenalan dengan kerajinan lokal secara santun.
Jelajahi lebih jauhKunjungi Baitul Muttaqin di Islamic Center Samarinda sebagai tamu di masjid aktif dan pahami tempatnya dalam kota sungai.
Jelajahi lebih jauhKenali penanda keagamaan yang hidup di Samarinda Seberang, tempat warisan arsitektur tetap menjadi bagian ibadah warga.
Jelajahi lebih jauhKenali Kampung Tenun melalui perajin, alat tenun, dan sarungnya, dengan kunjungan yang mengikuti kehidupan kerja warga.
Jelajahi lebih jauh
Hotel ekonomis di Mulawarman dengan akses langsung ke City Centrum, praktis untuk menginap di pusat kota.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Hotel pusat kota yang terhubung dengan City Centrum, dengan pilihan kategori kamar menghadap kota atau Sungai Mahakam.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Hotel ekonomis di Dr. Sutomo, sebagai pilihan praktis di luar deretan hotel tepian sungai.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Hotel di Mulawarman, di kawasan perbelanjaan pusat kota dan dekat tepian Mahakam.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Hotel tepi sungai dekat Jembatan Mahakam, praktis untuk perjalanan di kawasan Sungai Kunjang dan Big Mall.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Hotel lokal di Diponegoro bagi pelancong yang memilih lokasi pusat kota dan beberapa pilihan restoran.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Hotel lokal di kawasan Bhayangkara, Bugis, sebagai alternatif praktis selain menginap di tepian sungai.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Hotel kota di Mulawarman, praktis untuk perjalanan yang berpusat di kawasan pusat Samarinda.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Pilihan ekonomis di Sungai Pinang untuk perjalanan di sekitar Hasan Basri dan Jalan Merak.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Hotel ekonomis di Siradj Salman, Samarinda Ulu, sesuai untuk kegiatan di kawasan perkotaan ini.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Guesthouse sederhana di Jalan D. Maninjau, Sungai Pinang Luar, untuk menginap hemat di kota.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Guesthouse kecil di Harapan Baru, di sisi selatan Mahakam, praktis untuk kunjungan di sekitar Loa Janan Ilir.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op Agoda
Guesthouse ekonomis di Sempaja Selatan. Kebijakan syariahnya mewajibkan pasangan yang sekamar menunjukkan dokumen pernikahan.
Tautan afiliasiBekijk beschikbaarheid op AgodaMahakam bukan sekadar latar Samarinda. Tepian kotanya memperlihatkan pergerakan, transportasi, dan kehidupan permukiman. Amati dari tempat umum dan biarkan luas sungai memberi ritme lebih pelan. Kunjungan kota singkat membantu memahami hubungan itu tanpa mengklaim mewakili seluruh daerah aliran Mahakam. Perjalanan kampung pedalaman, program satwa, dan kapal bermalam memiliki akses serta kebutuhan waktu berbeda; semuanya tidak otomatis termasuk hanya karena pelayaran dimulai di Samarinda.
Jelajahi lebih jauhDi Pampang, tari, musik, dan ruang bersama dalam lamin menjadi bagian kehidupan komunitas Kenyah. Pertunjukan mendapat makna melalui tuan rumahnya: tanyakan sajian yang dibawakan dan dengarkan penjelasan, bukan menganggap busana atau gerak sebagai satu gambaran semua budaya Dayak. Pastikan program sebelum berangkat dan bedakan pertunjukan publik dari rumah serta kehidupan keluarga di sekitarnya. Foto merekam kesempatan tertentu, bukan janji tarian, busana, atau program yang sama pada setiap kunjungan.
Jelajahi lebih jauhHidangan lokal dan tradisi kuliner sehari-hari.
Baca juga: Roti gembong di Samarinda →

Amplang adalah kerupuk ikan renyah yang lekat dengan Kalimantan Timur, dikenal sebagai camilan dan oleh-oleh. Daya tariknya terletak pada kerenyahan ringan serta rasa ikan yang gurih.
Jelajahi lebih jauhJelajahi Kampung Nasi Kuning sekitar Jalan Lambung Mangkurat, persinggahan kuliner kota tanpa mengklaim nasi kuning milik satu daerah saja.
Jelajahi lebih jauhTerbang ke Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (AAP), lalu lanjutkan melalui darat ke Samarinda. Bandara Balikpapan merupakan pilihan berbeda yang memerlukan perjalanan antarkota.
Jelajahi lebih jauhKelompokkan tepian sungai, Samarinda Seberang, dan Pampang menjadi kunjungan terpisah; jangan merencanakannya sebagai satu jalan kaki panjang.
Buat kegiatan luar ruang fleksibel terhadap panas dan hujan, serta pastikan program Pampang sebelum merencanakan kunjungan pertunjukan.
Berpakaian pantas di masjid, minta izin sebelum memotret orang, dan ikuti ritme permukiman tempat warga bekerja.
Samarinda adalah ibu kota Kalimantan Timur di tepian Mahakam. Halaman ini mencakup Kota Samarinda, termasuk Samarinda Seberang dan komunitas Pampang dalam wilayah kota. AAP menjadi bandara kedatangan setempat. Tenggarong, Kota Bangun, dan kampung pedalaman Mahakam merupakan tujuan terpisah, bukan persinggahan lokal yang diam-diam dimasukkan ke rencana kota.
Mulai dengan jalan singkat di tepian Mahakam. Kunjungi Islamic Center sesuai akses, lalu pilih makanan lokal di Kampung Nasi Kuning. Pastikan perjalanan perahu tetap di kawasan kota dengan titik naik dan waktu kembali yang jelas.
Atur kunjungan di Kampung Tenun, lalu kunjungi Masjid Shiratal Mustaqiem dengan hormat jika akses pengunjung tersedia. Sisakan waktu untuk kendaraan dan makan santai, bukan terburu-buru antarlokasi warisan.
Gunakan hari ketiga untuk kunjungan komunitas Pampang yang telah dikonfirmasi. Ikuti waktu program sebenarnya dan beri ruang untuk penjelasan, kerajinan, serta perjalanan pulang. Tanpa konfirmasi, jangan menjanjikan pertunjukan.
Dari inspirasi awal menuju perjalanan Borneo Anda.
Sejarah, budaya, dan informasi praktis yang memperkaya kunjungan. Buka setiap bab untuk membaca panduan lengkap.
Samarinda tumbuh mengikuti Mahakam: sungai yang sibuk berdampingan dengan tepian kota, siluet masjid, dan permukiman tempat tenun masih hidup. Luangkan dua atau tiga hari, termasuk kunjungan tersendiri bersama tuan rumah di Pampang dan waktu untuk kuliner Kampung Nasi Kuning.
Kampung Tenun merupakan permukiman tempat tinggal dan kerja, bukan hanya etalase sarung jadi. Sejarah administrasinya menempatkan komunitas perajin di Samarinda Seberang, dekat lingkungan pasang surut Mahakam. Datanglah melalui penerimaan yang disepakati dan amati hubungan perajin, alat tenun, serta kain yang terbentuk. Tanyakan bahan dan waktu pengerjaan sebelum membandingkan harga. Pembelian yang bijak menghargai kerja tanpa mengubah kehidupan harian warga menjadi pertunjukan sesuai permintaan.
Dua masjid memperlihatkan suasana berbeda: Islamic Center sebagai penanda kontemporer yang besar dan Shiratal Mustaqiem di lingkungan bersejarah Samarinda Seberang. Keduanya berbeda serta memiliki jamaah aktif. Jangan menjadikannya sekadar latar arsitektur; tanyakan akses dan dahulukan ibadah.

Mahakam bukan sekadar latar Samarinda. Tepian kotanya memperlihatkan pergerakan, transportasi, dan kehidupan permukiman. Amati dari tempat umum dan biarkan luas sungai memberi ritme lebih pelan. Kunjungan kota singkat membantu memahami hubungan itu tanpa mengklaim mewakili seluruh daerah aliran Mahakam. Perjalanan kampung pedalaman, program satwa, dan kapal bermalam memiliki akses serta kebutuhan waktu berbeda; semuanya tidak otomatis termasuk hanya karena pelayaran dimulai di Samarinda.
Samarinda adalah ibu kota Kalimantan Timur di tepian Mahakam. Halaman ini mencakup Kota Samarinda, termasuk Samarinda Seberang dan komunitas Pampang dalam wilayah kota. AAP menjadi bandara kedatangan setempat. Tenggarong, Kota Bangun, dan kampung pedalaman Mahakam merupakan tujuan terpisah, bukan persinggahan lokal yang diam-diam dimasukkan ke rencana kota.
Persinggahan kuliner Samarinda tidak perlu mengklaim kepemilikan eksklusif setiap hidangan. Amplang bagian tradisi kerupuk ikan Kalimantan yang lebih luas, sedangkan Kampung Nasi Kuning memberi hidangan nasi yang dikenal lintas daerah sebuah alamat kota yang jelas. Kunjungi kawasan itu karena dapur dan ritme kesehariannya, bukan klaim bahwa nasi kuning diciptakan di sini.
Roti gembong menambah pilihan toko roti: direktori usaha pemerintah mencatat produsen lokal dan versi masa kini. Tanyakan bahan roti serta isiannya, jangan menganggap semua penjual memakai satu resep. Untuk oleh-oleh makanan, periksa label, kesegaran, dan bahan. Kunjungan kuliner yang baik dapat berupa tiga pengalaman kecil, bukan perlombaan menuntaskan daftar panjang makanan yang diklaim unik.
Gunakan kelompok kawasan daripada mencoba berjalan kaki mengelilingi kota. Tepian Mahakam pusat kota cocok untuk jalan singkat; Samarinda Seberang dan Pampang memerlukan rencana kendaraan tersendiri. Lalu lintas dan jembatan yang dipilih memengaruhi perjalanan menyeberang sungai. Pastikan titik jemput taksi atau kendaraan aplikasi, terutama setelah kunjungan budaya. Periksa rute bus atau angkot terkini, bukan menjanjikan angkutan langsung ke setiap objek. Jika memilih perjalanan sungai singkat, pastikan tempat naik, waktu kembali, dan pelampung. Perahu kota berbeda dari perjalanan Mahakam bermalam atau kunjungan satwa pedalaman.
Masjid adalah ruang ibadah aktif: ikuti aturan pakaian, lepas alas kaki sesuai petunjuk, dan tanyakan area yang boleh dimasuki. Pertunjukan publik di Pampang tidak berarti rumah atau benda upacara di sekitarnya bebas dipotret. Di Kampung Tenun, minta izin sebelum menyaksikan perajin bekerja atau memegang kain; jangan menghentikan proses untuk foto rekayasa. Bawa air dan pilihan pembayaran kecil untuk kios, serta pastikan harga sebelum memesan. Jangan menghalangi dermaga kerja dan jalur lalu lintas. Pemandangan tepian bukan izin memasuki pelabuhan atau menaiki perahu yang tidak jelas.
Memuat peta ini menghubungkan browser Anda ke Google. Google menerima alamat IP dan informasi browser Anda serta dapat menggunakan cookie sesuai kebijakan privasinya. Pilihan ini hanya berlaku untuk peta ini hingga Anda meninggalkan atau memuat ulang halaman; Analytics tidak diaktifkan.
Pemerintah Kota Samarinda, citing BPS Kota Samarinda · Samarinda Dalam Angka 2026 — Statistik Resmi
samarindakota.go.id · samarinda dalam angka
samarindakota.bps.go.id · samarinda municipality in figures 2026.html
samarindakota.go.id · jumlah penduduk menurut kecamatan
disporapar.samarindakota.go.id · places
simas.kemenag.go.id · 01.1.23.08.04.000001
www.antaranews.com · masjid shiratal mustaqiem bukan tempat ibadah biasa di samarinda
kel-tenun.samarindakota.go.id · sejarah RMGFZ
jadesta.kemenpar.go.id · kampung_tenun_5
rri.co.id · nasi kuning kuliner khas banjar
samarindakota.go.id · ekonomi umkm samarinda
samarindakota.go.id · e2dc9740 4234 11ee aaca ef5fc8568c43
Panoramic Samarinda City From Islamic Centre Tower - panoramioKurniawan Dwi · Wikimedia Commons · CC BY 3.0 · Dipotong · Asli
Masjid Islamic Centre SamarindaM. Ilham Wahyudi · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Halaman Depan Lamin Pemung Tawai Wisata budaya PampangEdelweiss blogger · Wikimedia Commons · CC BY 4.0 · Dipotong · Asli
Samarinda SarongFranco Pecchio · Wikimedia Commons · CC BY 2.0 · Dipotong · Asli
Kawasan Teras Samarinda (1)Sri Wahyuni Nur Indah Sari · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Lamin Adat Pemung Tawai di Pampang, difoto pada 2020.Herusutimbul · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
ISLAMIC CENTRE SAMARINDAAzizah2023 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Masjid Shiratal Mustaqiem (1)Arief R. Randan (Ezagren) · Wikimedia Commons · Attribution · Dipotong · Asli
Gerbang Selamat Datang di Kampung Wisata Tenun SamarindaEzagren · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Pangkalan Pendaratan Ikan Selili aerial viewEzagren · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Tari Hudoq Dayak Kenyah Wisata Budaya PampangEdelweiss blogger · Wikimedia Commons · CC BY 4.0 · Dipotong · Asli
Amplang difoto di Kotabaru, Kalimantan Selatan; camilan ini juga terkait Kalimantan Timur.Crisco 1492 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Kampung Nasi Kuning SamarindaArief Rahman Saan (Ezagren) · Wikimedia Commons · Attribution · Dipotong · Asli
Jembatan Mahakam IV SamarindaSri Wahyuni Nur Indah Sari · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Karangmumus River - panoramioBloesafir Pamanjagau · Wikimedia Commons · CC BY 3.0 · Dipotong · Asli
Mahkota II BridgeIndo171845 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Shiratal Mustaqiem Mosque at nightArief Rahman Saan (Ezagren) · Wikimedia Commons · Attribution · Dipotong · Asli
Sungai Mahakam di Samarinda.ShaaShaRS · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
UkiranAlvaro Radhitya A. · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Lempake TerminalArief Rahman Saan (Ezagren) · Wikimedia Commons · Attribution · Dipotong · Asli
Tepi laut Balikpapan.Ezagren · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Motif dinding Lamin Adat Pemung Tawai di Pampang.Ezagren · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0 · Dipotong · Asli
Balikpapan BayArief Rahman Saan (Ezagren) · Wikimedia Commons · Attribution · Dipotong · Asli