Borneo dalam sebarannya
Revisi 2024 memulihkan Ophiophagus bungarus bagi king cobra wilayah Sunda. Bahannya mencakup spesimen museum dari Sebulu, Kalimantan Timur. Catatan king cobra Borneo perlu diperiksa menurut konsep spesies yang baru ini.
Sumber & referensi · 1
European Journal of Taxonomy · Das et al. 2024 king cobra revisionBatas penilaian yang baru
Uraian lama sering memakai Ophiophagus hannah bagi seluruh kompleks. Kategori konservasi globalnya tidak dapat otomatis diberikan kepada O. bungarus. Spesimen membuktikan keberadaan historis di Sebulu, bukan perjumpaan pengunjung saat ini.
Sumber & referensi · 2
European Journal of Taxonomy / Zenodo · Ophiophagus bungarus treatment and Borneo voucher USNM 200500European Journal of Taxonomy · Das et al. 2024 king cobra revisionPemburu ular lain
Kobra ini termasuk garis keturunan pemangsa reptil lain. Di Sungei Buloh, Singapura, pengamat siang melihat ular memeriksa batang tumbang, menemukan ular air berwajah anjing di akar mangrove, lalu menangkapnya. Akun museum kini mengidentifikasi kobra Singapura sebagai Ophiophagus bungarus, sehingga menjadi perbandingan relevan dari luar Borneo.
Sumber & referensi · 2
Tay / Singapore Biodiversity Records 2019:80–81 · A king cobra hunting at Sungei Buloh Wetland ReserveNUS Lee Kong Chian Natural History Museum / Nature in Singapore · Attempted cannibalism between two king cobrasBerburu di luar siang hari
Walaupun umumnya digambarkan aktif siang, garis keturunan ini juga tercatat makan malam hari. Di Singapura pada April 2018, kobra sekitar tiga meter memegang kepala biawak kelabu yang tampak mati, lalu menyeretnya ke vegetasi tepi jalan. Pengamat tidak melihat proses menelan lengkap; kejadian tidak menetapkan perilaku nokturnal rutin Borneo.


