Memahami konservasi bersama pelaksananya
Program ini mengenalkan kawasan tempat pemulihan hutan dan perawatan satwa saling berkaitan. BOS menjelaskan kunjungan bersama staf ke pulau orangutan dan suaka beruang madu melalui Samboja Lodge. Nilainya terletak pada pemahaman mengapa satwa hasil penyelamatan membutuhkan perawatan, apa yang disediakan lingkungannya, dan bagaimana konservasi berbeda dari atraksi satwa biasa.
Pulau-pulau tersebut dihuni antara lain oleh orangutan yang tidak dapat dilepasliarkan dan hidup dalam lingkungan semi-liar yang dikelola. Kunjungan tidak boleh digambarkan sebagai perjumpaan pasti dengan orangutan liar di hutan. Mengenal orangutan kalimantan dan beruang madu membantu memahami konteks program.
Pesan program kunjungan, bukan akses tanpa batas
BOS menyatakan pusat rehabilitasinya tidak terbuka untuk kunjungan umum tanpa pengaturan. Jalur kunjungan yang diperbolehkan berupa perjalanan sehari atau menginap melalui Samboja Lodge, dengan reservasi.
Balikpapan menjadi kota penghubung yang praktis. BOS menyebut perjalanan darat sekitar satu jam, tetapi pastikan titik pertemuan, perkiraan waktu aktual, dan pengaturan pulang saat memesan. Sepakati layanan yang termasuk, harga terkini, kawasan yang boleh dikunjungi, serta persyaratan kesehatan sebelum berangkat.
Menjaga jarak merupakan bagian kunjungan
Aturan yayasan mengharuskan pengunjung menghindari kontak fisik dengan orangutan dan mengikuti pengawasan staf. Pedoman yang diterbitkan menetapkan jarak minimal sepuluh meter, kecuali untuk pekerjaan perawatan dengan izin khusus. Kondisi sakit harus dilaporkan; area karantina dan satwa sakit bukan atraksi bagi pengunjung umum.
Jangan berharap dapat memberi makan, menyentuh, memasuki sekolah hutan, atau berfoto di samping satwa. Tanyakan aturan fotografi dari tempat pengamatan yang diizinkan dan ikuti ketentuan kunjungan Anda. Batasan ini melindungi pengunjung sekaligus satwa dalam perawatan.
Kunjungan sehari dengan tujuan jelas
Pengelola menyediakan pilihan sehari dan menginap. Pilih program yang telah disepakati, bukan menganggap waktu tambahan membuka akses ke kawasan terbatas. Kunjungan sehari dapat sesuai bagi wisatawan yang tinggal di Balikpapan dan ingin mengenal pekerjaan konservasi secara terarah; menginap perlu dibicarakan terpisah dengan pengelola.
Tujuan utamanya adalah kunjungan edukatif dengan pendampingan dalam kawasan konservasi yang dikelola. Kebutuhan perawatan, keputusan staf, dan kesejahteraan satwa menentukan kegiatan hari itu, bukan janji perjumpaan jarak dekat.



