Kenali kuenya
Santan memberi aroma khas pada roti kap. Ada yang dijual polos dan ada yang memakai isian nanas, sehingga sebaiknya tanyakan jenisnya sebelum membeli banyak. Nikmati sedikit dahulu: perhatikan bagian luar yang dipanggang, rasa manis, dan aroma kelapanya. Jangan membayangkan tekstur roti tawar atau roti besar hanya karena namanya memakai kata roti. Bentuk akhir kudapan ini memiliki ciri tersendiri.
Usaha kecil di balik rasa
Pemerintah Kota Pontianak mendokumentasikan seorang pembuat roti kap rumahan di Jalan Imam Bonjol pada 2024. Saat itu, penjualannya dilakukan melalui pesanan, bukan dengan menitipkan produk di toko. Contoh tersebut menjelaskan mengapa makanan yang dikenal warga belum tentu ada di setiap etalase. Tanyakan kepada toko kue atau tuan rumah tentang pembuat yang masih berjualan, dan jangan mendatangi rumah pribadi tanpa membuat janji.
Teman minum yang sederhana
Untuk mencicipi pertama kali, beli sedikit dan pilih minuman sesuai selera. Teh atau kopi yang tidak terlalu manis membantu rasa kue tetap terasa. Tidak perlu menjadikannya acara makan besar atau tur kuliner panjang. Jeda singkat di antara kunjungan tepian sungai dan kawasan bersejarah sudah cukup untuk mengenal kudapan ini dengan santai.
Sebelum membeli untuk dibawa
Resep dan isian dapat berbeda. Tanyakan kandungan terigu, telur, bahan susu, dan kelapa bila ada kebutuhan makanan tertentu. Jika akan dijadikan buah tangan, tanyakan waktu pembuatan, cara pengemasan, serta anjuran penyimpanan dari pembuat. Jangan menyimpulkan masa simpan hanya dari kemasan tertutup atau dari produk toko lain yang tampak serupa.
Pastikan nama dan bentuknya
Nama kue lokal kadang tumpang tindih; hasil pencarian dengan nama mirip bisa memperlihatkan kue renyah yang digoreng. Tunjukkan jenis roti kap yang dimaksud dan tanyakan proses pembuatannya. Panduan ini membahas kudapan panggang Pontianak, bukan menyatakan bahwa semua makanan bernama kue kap memakai resep, bentuk, maupun tekstur yang sama.



