Ciri pengenalan
Koloni dapat menyerupai kubah atau helm membulat, sering krem atau kuning. Koloni pasang surut dapat membentuk mikroatol, dengan pertumbuhan dibatasi tingkat paparan permukaan atas. Porites masif lain tampak serupa; struktur rangka kecil sekitar tiap polip lebih membantu pengenalan spesies daripada warna saja. Gundukan besar yang terlihat adalah koloni hidup, bukan satu hewan raksasa.
Sumber & referensi · 2
Corals of the World · Porites lutea species factsheetSpecies account or primary research · Corals of the World: coral taxonomy overviewHabitat dan sebaran di Borneo
Spesies hidup di laguna, terumbu belakang, dan terumbu tepi. Penelitian mencatatnya di Bontang Kuala, Kalimantan Timur, serta Marabatuan dan Matasirih, Kalimantan Selatan. Di Bontang, pertambahan rangka koloni sampel rata-rata sekitar 0,8–1,2 sentimeter per tahun. Pita padat dan kurang padat serta tanda fluoresen membantu memeriksa pertumbuhan dan pengaruh limpasan darat.
Sumber & referensi · 3
Corals of the World · Porites lutea species factsheetJournal of Coastal Development Universitas Diponegoro · Growth rates of massive coral Porites lutea in BontangIndonesian Journal of Marine Sciences Universitas Diponegoro · Hard coral community structure Marabatuan and MatasirihPakan dan peran ekologis
Nutrisi menggabungkan energi dari simbion fotosintetik dan partikel yang ditangkap polip. Cahaya serta air bergerak memengaruhi jalur berbeda untuk memperoleh pakan. Percobaan pada spesies ini memeriksa pengaruh perubahan air terhadap fotosintesis dan penangkapan mangsa. Penampilan seperti gundukan padat menyembunyikan ribuan permukaan makan kecil yang berinteraksi dengan air laut.
Sumber & referensi · 1
Species account or primary research · Porites lutea nutrition under internal waves (2013)Perkembangbiakan
Penelitian Ningaloo menemukan sebagian besar koloni jantan dan betina terpisah. Telur serta sperma dilepaskan ke air untuk pembuahan eksternal. Pemijahan serentak ini menghubungkan koloni melalui laut; waktu berbeda antarwilayah, sehingga penelitian Australia menjelaskan mekanisme, bukan kalender pemijahan Borneo.




