Pengenalan
Chelonia mydas merupakan penyu bercangkang keras dengan kepala relatif kecil dan sepasang sisik prefrontal. Cangkangnya dapat berwarna cokelat, abu-abu, atau zaitun; nama umum bukan uji warna cangkang. Spesies ini menghuni laut tropis dan subtropis jauh di luar Borneo.
Sumber & referensi · 1
NOAA Fisheries · Green turtleHutan dan air
Masa awal mencakup tahap laut terbuka, kemudian lokasi makan pesisir serta migrasi antara lokasi makan dan peneluran. Pantai bertelur dan habitat makan memiliki fungsi berbeda; bukti satu tempat tidak menjelaskan seluruh perjalanan hewan.
Sumber & referensi · 1
NOAA Fisheries · Green turtleMakanan dan mencari makan
Dewasa terutama memakan lamun dan alga; penyu muda memiliki diet lebih luas termasuk hewan. Perbedaan tahap hidup ini penting saat menafsirkan foto penyu dekat terumbu.
Sumber & referensi · 1
NOAA Fisheries · Green turtlePerkembangbiakan
Betina bertelur di pantai berpasir. Inkubasi dan keluarnya tukik bergantung pada kondisi setempat; studi historis bukan kalender kunjungan tetap.
Sumber & referensi · 1
NOAA Fisheries · Green turtleSebaran dan catatan setempat
Sumber terpilih mendokumentasikan Chelonia mydas di Pulau Derawan, Berau. Ini catatan tempat tertentu, bukan perkiraan populasi terkini atau bukti semua kawasan lindung provinsi.
Sumber & referensi · 1
Dharmadi and Wiadnyana / Indonesian fisheries research journal · Habitat dan sebaran sarang penyu hijau di Pulau DerawanProspek konservasi
Penilaian global 2025 berstatus Risiko Rendah. Hal ini tidak menghapus ancaman daerah, kerentanan sarang, atau perlindungan Indonesia; label global Terancam Punah lama tidak boleh dianggap terkini.
Sumber & referensi · 1
IUCN SSC Marine Turtle Specialist Group · Sea turtle conservation statusesIrama bersarang setempat
Sabah Parks mencatat penyu hijau bersarang sepanjang tahun, dengan puncak Juli–Oktober di Turtle Islands Park. Betina menggali di atas garis pasang tinggi menggunakan sirip belakang. Cahaya terang dapat menghalangi kedatangan. Suhu pasir memengaruhi kelamin anak, sehingga naungan dan kondisi sarang penting dalam pengelolaan penetasan.










