Ciri pengenal
Orcaella brevirostris memiliki dahi membulat dan tidak memiliki moncong panjang yang jelas. Persebarannya mencakup pesisir, estuari, dan beberapa populasi air tawar. Spesies ini bukan endemik Borneo; “pesut Mahakam” merujuk pada populasi lokal tertentu, bukan spesies tersendiri.
Sumber & referensi · 3
University of Michigan Animal Diversity Web · Orcaella brevirostrisIUCN SSC Cetacean Specialist Group · Red List status of cetaceansYayasan Konservasi RASI · Freshwater dolphin surveysHutan dan habitat
Populasi Mahakam hidup di ruas air tawar yang didokumentasikan program pemantauan RASI. Kebisingan perahu, keterjeratan, dan tekanan habitat membentuk konteks konservasinya. Hubungan sungai luas tidak membuktikan pesut di setiap tepian kota.
Sumber & referensi · 1
Yayasan Konservasi RASI · Freshwater dolphin surveysPakan
Spesies ini memakan ikan, sefalopoda, dan krustasea. Uraian umum ini bukan pengukuran diet individu Mahakam.
Sumber & referensi · 1
University of Michigan Animal Diversity Web · Orcaella brevirostrisInduk dan anak
Betina biasanya melahirkan satu anak dan menyusuinya dalam waktu panjang. Sumber yang digunakan tidak menetapkan kalender reproduksi lokal yang tepat.
Sumber & referensi · 1
University of Michigan Animal Diversity Web · Orcaella brevirostrisSebaran di Kalimantan
Sumber terpilih mendokumentasikan Orcaella brevirostris di Sungai Mahakam. Ini catatan tempat tertentu, bukan perkiraan populasi terkini atau bukti semua kawasan lindung provinsi.
Sumber & referensi · 1
Yayasan Konservasi RASI · Freshwater dolphin surveysKonservasi
Spesies berstatus Terancam Punah secara global; subpopulasi Sungai Mahakam Sangat Terancam Punah. Cakupan penilaian berbeda dan tidak boleh digabung menjadi satu klaim populasi.
Sumber & referensi · 1
IUCN SSC Cetacean Specialist Group · Red List status of cetaceansKehidupan di Mahakam
Di Mahakam, populasi air tawar ini dikenal sebagai pesut. Kelangsungannya bergantung pada sungai dan danau yang tersambung dengan ikan yang cukup. Pesut muncul sebentar, sehingga kadang hanya kepala membulat dan sirip punggung rendah yang terlihat. Survei konservasi menemukan keterjeratan jaring insang sebagai penyebab kematian utama, bersama tabrakan dan penurunan kualitas habitat. Lalu lintas kapal berat, kebisingan bawah air, pencemaran, dan kerusakan rawa tempat ikan memijah memengaruhi ruas sungai yang sama. Melindungi pesut juga berarti melindungi habitat ikan dan penghidupan yang bergantung padanya.




