Borneo dalam sebarannya
Sanca batik terdapat di Borneo, termasuk Kalimantan, Brunei dan Malaysia Timur. Malayopython merupakan genus yang diterima; Python reticulatus ialah kombinasi lama yang masih dikenal dalam banyak catatan lapangan.
Sumber & referensi · 1
Reptile Database · Malayopython reticulatusUlar yang mudah menyesuaikan diri
Uraian pemerintah Malaysia menyebut hutan hujan, rawa dan habitat sungai serta bentang alam yang telah berubah. Penelitian genetik mencakup sampel Borneo dan membahas perdagangan kulit; sebaran luas sendiri tidak membuktikan pemanenan lokal berkelanjutan.
Sumber & referensi · 2
Department of Wildlife and National Parks Malaysia · Reticulated python accountPLOS ONE · Murray-Dickson et al. 2017 reticulated python phylogeographyPemangsa tersembunyi di tepi sungai
Survei malam Kinabatangan pada 2016–2021 menunjukkan betapa sulit ular besar ini ditemukan. Peneliti menemukan 83 sanca dalam 527 survei tepi sungai terstandar. Deteksi menurun ketika bulan semakin terang. Vegetasi rapat dan periode panjang tanpa bergerak menyembunyikan hewan meskipun hadir; perjalanan perahu tidak menjamin perjumpaan.
Sumber & referensi · 1
Burger et al. / Scientific Reports 16:26081 · Efficacy of field-based surveys for detecting and assessing demographics of giant snakes in MalaysiaMangsa luar biasa di Kalimantan
Penelitian Kalimantan Timur mencatat dua serangan terhadap beruang madu di hutan dipterokarpa dataran rendah, termasuk satu pemangsaan berhasil oleh sanca sekitar tujuh meter. Pengamatan malam menunjukkan kemampuan individu sangat besar. Beruang bukan berarti mangsa biasa, dan tidak setiap sanca hutan memburu mamalia sebesar itu.
Sumber & referensi · 1
Fredriksson / Raffles Bulletin of Zoology 53:165–168 · Predation on sun bears by reticulated python in East Kalimantan, Indonesian BorneoTelur dan ukuran betina
Studi historis terhadap 784 sanca hasil tangkapan di Sumatra utara menemukan betina lebih besar daripada jantan. Rata-rata jumlah telur sekitar dua puluh empat; betina berkembang biak sekali dalam dua hingga empat tahun. Data menggambarkan reproduksi bertelur, tetapi asal Sumatra tidak membenarkan kalender perkembangbiakan Borneo yang pasti.


