Flora Borneo

Jelutung rawa

Dyera polyphylla

Jelutung rawa adalah pohon penghasil lateks dari lahan gambut Sumatra dan Borneo. Berbeda dari banyak pohon kayu dataran rendah, tumbuhan ini sesuai dengan tanah gambut basah.

Data botani
Spesies
Dyera polyphylla
Genus
Dyera
Famili
Apocynaceae

Sebaran & habitat

Jelutung rawa adalah pohon penghasil lateks dari lahan gambut Sumatra dan Borneo. Berbeda dari banyak pohon kayu dataran rendah, tumbuhan ini sesuai dengan tanah gambut basah. Tajuknya menjadi bagian dari lanskap tergenang; pengeringan mengubah kondisi regenerasi pohon dan tumbuhan di sekitarnya. Jelutung termasuk Apocynaceae, bukan famili dipterokarpa seperti kapur rawa.

Sumber & referensi · 1CIFOR–ICRAF · Jelutung agroforestry and peatland rehabilitation in Central Kalimantan

Budidaya & perbanyakan

Penelitian di Kalimantan Tengah mengkaji jelutung dalam agroforestri dan rehabilitasi gambut, termasuk lanskap Kanarakan. Lateks memberi hasil hutan tanpa harus menebang seluruh pohon. Penanaman tetap bergantung pada kondisi air dan pengelolaan yang sesuai; menanam jelutung saja tidak memperbaiki ekosistem gambut yang telah dikeringkan. Kisahnya menyangkut mata pencaharian dan hidrologi sekaligus getah yang berguna.

Sumber & referensi · 1CIFOR–ICRAF · Jelutung agroforestry and peatland rehabilitation in Central Kalimantan

Hubungan ekologis

Jelutung juga menyediakan kambium bagi orangutan Kalimantan di Sebangau. Penelitian lapangan menggunakan nama lama Dyera lowii, sinonim Dyera polyphylla, untuk pohon pakan ini.

Sumber & referensi · 2Borneo Nature Foundation research archive · Rothwell (2007): tree selection for orangutan cambium consumption in SebangauRoyal Botanic Gardens, Kew · Kew: Dyera polyphylla and the synonym Dyera lowii

Sumber & referensi

CIFOR–ICRAF · Jelutung agroforestry and peatland rehabilitation in Central KalimantanDiakses: 2026-10-04

Royal Botanic Gardens, Kew · Kew: Dyera polyphylla and the synonym Dyera lowiiDiakses: 2026-10-04

Borneo Nature Foundation research archive · Rothwell (2007): tree selection for orangutan cambium consumption in SebangauDiakses: 2026-10-04

Laporkan koreksi