Ciri pengenalan
Paedocypris carbunculus dewasa berukuran sangat kecil: spesimen awal mencapai sekitar sebelas milimeter panjang baku, tanpa sirip ekor. Sebagian besar tubuhnya tembus pandang. Jantan matang memperlihatkan bagian bawah tubuh dan tanda kepala kemerahan, sesuai nama carbunculus yang berarti batu rubi. Pola baris serta bercak pigmen membedakannya dari kerabat dekat. Ciri tersebut memerlukan pengamatan teliti, bukan sekadar tes warna di lapangan. Ukuran kecil saja tidak cukup untuk menentukan spesies.
Sumber & referensi · 1
Raffles Bulletin of Zoology / NUS · Britz & Kottelat (2008): Paedocypris carbunculus, a miniature fish from BorneoHabitat dan sebaran di Borneo
Bahan tipe berasal dari Sungei Pasir Panjang di pinggiran Pangkalan Bun, pada jalur menuju Kumai. Lokasinya berada dalam daerah aliran Kotawaringin, Kalimantan Tengah. Sungai kecil mengalirkan air hitam di atas pasir, bahan organik, dan gambut. Ikan berkumpul dekat permukaan pada bagian berarus lambat, sering di bawah cabang menggantung atau daun terendam. Vegetasi tepi yang rapat menjaga naungan. Kehidupan vertebrata yang sangat kecil ini berkaitan dengan struktur seluruh koridor sungai.
Sumber & referensi · 1
Raffles Bulletin of Zoology / NUS · Britz & Kottelat (2008): Paedocypris carbunculus, a miniature fish from BorneoPerkembangbiakan
Pengamatan penangkaran dalam makalah awal menjelaskan cara pemijahan yang khas. Jantan menarik betina ke bagian bawah daun; pasangan membalikkan tubuh dan menempelkan telur di sana. Sirip perut yang termodifikasi dan bantalan berkeratin membantu kontak jantan dengan permukaan pemijahan. Setelah telur diletakkan tidak ada perawatan induk. Uraian ini berasal dari akuarium, bukan pernyataan bahwa seluruh perilaku telah diamati di sungai Borneo. Ukuran tubuh mini dapat disertai anatomi reproduksi yang sangat khusus.
Sumber & referensi · 1
Raffles Bulletin of Zoology / NUS · Britz & Kottelat (2008): Paedocypris carbunculus, a miniature fish from BorneoKonservasi dan pengamatan
Saluran air hitam yang teduh dan vegetasi tepinya menjadi bagian penting habitat yang terdokumentasi. Menjaga hubungan hutan dan air lebih berarti daripada melihat ikan ini hanya sebagai keunikan akuarium. Lokasi tipe tidak membuktikan jumlah ikan saat ini atau akses umum. Bentang Pangkalan Bun–Kumai memberi konteks bagi pengunjung, tetapi ikan ini bukan sasaran pengamatan yang dapat dipastikan. Pengenalan spesies membutuhkan keahlian; kunjungan biasa tidak perlu melibatkan pengambilan ikan kecil.


