Raja-udang berparuh merah besar
Paruh merah besar mencolok meski burung bertengger tenang. Kepala cokelat zaitun dan bagian bawah kekuningan kontras dengan bagian atas biru kehijauan; sayap serta ekor lebih biru. Panggilan kontak seperti tawa terdengar sepanjang air, sementara panggilan lain berupa siulan nyaring. Tepi sungai besar dan danau bertumbuhan menjadi habitat khas. Burung muda berparuh lebih gelap dengan pola bersisik pada dada. Selain sungai hutan, spesies ini menggunakan mangrove, kanal, dan waduk yang masih memiliki tenggeran berburu sesuai. Tempat tersebut menyediakan mangsa air sekaligus perlindungan tepi perairan.
Sumber & referensi · 2
Bird Society of Singapore · Stork-billed KingfisherCornell Lab of Ornithology, eBird/Merlin · Stork-billed Kingfisher identificationMengamati, menyelam dan kembali
Dari tenggeran di atas air, burung menyelam menangkap ikan dan krustasea. Makanan juga mencakup hewan kecil lain, sehingga paruh besar tidak terbatas pada satu jenis mangsa. Cabang tepi air memberikan pandangan permukaan yang jelas. Burung diam lebih mudah dipelajari daripada yang terbang, terutama dari perahu tenang.
Sumber & referensi · 1
Bird Society of Singapore · Stork-billed KingfisherPerairan Borneo yang berhutan
Spesies ini menetap di Borneo dalam sebaran Asia lebih luas. Survei Tanjung Puting mencatatnya sepanjang sungai serta pantai, termasuk burung muda. Tepi sungai bertumbuhan memberikan konteks pengamatan tanpa mendatangi sarang. Catatan survei Tawau juga menunjukkan keberadaan lokal. Pengamatan siang pada cabang menggantung sesuai perilaku makan, meski burung diam mudah terlewat.





