Sebaran & habitat
Terentang merupakan pohon hutan rawa dari Anacardiaceae, famili yang juga mencakup mangga, tetapi dengan peran lanskap berbeda. Inventaris hutan Brunei mencatatnya di antara pohon khas rawa gambut bersama Combretocarpus dan dipterokarpa rawa. Keberadaannya menunjukkan bahwa hutan gambut adalah komunitas campuran, bukan tegakan satu jenis kayu terkenal.
Sumber & referensi · 1
FAO · Brunei Darussalam: forest resources and peat-swamp forest typesMelindungi tumbuhan dan habitatnya
Gambut dan tata air di sekitarnya penting bagi kelestarian komunitas hutan ini. Drainase membuat gambut mengering dan rentan terbakar, sedangkan penggantian hutan dengan perkebunan seragam menghilangkan keragaman botani. Terentang perlu dilihat bersama alan dan kapur rawa dalam satu sistem lahan basah. Inventaris regional menjelaskan komposisi hutan, bukan jumlah pohon terkini.
Sumber & referensi · 1
FAO · Brunei Darussalam: forest resources and peat-swamp forest typesCiri & pengenalan
Terentang dapat mencapai sekitar 40 meter. Daun besar berbulu di bawah dan tidak memiliki cuping seperti telinga pada pangkal sebagaimana beberapa kerabat. Malai bercabang menghasilkan buah kecil yang menjadi hitam. Di rawa, pohon dapat membentuk akar penopang serta akar napas. Ciri ini menggambarkan pohon lebih jelas daripada nama kayu: sesuai dengan tanah basah miskin hara, tetapi juga tercatat di hutan campuran.
Sumber & referensi · 1
PROSEA, Ani Sulaiman · Campnosperma coriaceum: description and forest ecologyHubungan ekologis
Di hutan rawa gambut Sebangau, orangutan Kalimantan memakan kambium, jaringan pertumbuhan di bawah kulit batang. Penelitian lapangan membedakan Campnosperma coriaceum dari pohon yang kambiumnya tidak dimakan.





