Kuliner · Kalimantan

Lemang

Lemang adalah ketan bersantan yang dimasak dalam bambu berlapis daun. Nasinya padat dan dapat dipotong, dengan rasa santan lembut serta tradisi yang dijumpai di Kalimantan dan dunia Melayu yang lebih luas.

Apa itu Lemang?

Beras ketan, santan, dan sedikit garam membentuk dasar yang umum. Daun pisang melapisi bagian dalam bambu, memisahkan ketan dari wadah dan membantu mengeluarkannya setelah matang. Bambu merupakan alat memasak, bukan bahan untuk dimakan.

Lemang mempunyai sebaran kuliner luas, termasuk Kalimantan, Sumatra, dan tradisi Melayu di wilayah tetangga. Penyajian setempat dapat memiliki acara serta pelengkap sendiri dalam tradisi yang saling terhubung itu.

Sumber & referensi · 1Ministry of Tourism, Indonesia · Lemang: regional variations

Pengolahan tradisional

Bambu berisi ketan dimasak di dekat api dan ditangani agar panas mencapai isinya. Beras menyerap cairan santan lalu menjadi silinder yang menyatu. Pengaturan api serta wadah memerlukan keterampilan; tampilan bambu saja belum menunjukkan bagian tengah sudah matang.

Setelah dibuka, ketan dapat dipotong menjadi porsi. Daun serta bambu menjelaskan bentuknya, sedangkan pelengkap menentukan apakah sajian lebih terasa gurih atau manis.

Sumber & referensi · 1Ministry of Tourism, Indonesia · Lemang: regional variations

Cara menikmati

Lemang dikaitkan dengan makanan perayaan dan kebersamaan, serta penjual yang menawarkan porsi siap makan. Tanyakan pelengkap yang biasa digunakan di tempat kunjungan. Ketan bersantan dapat mendampingi lauk gurih maupun pelengkap manis.

Bandingkan dengan Kelupis, olahan ketan bersantan dalam bungkus daun, atau Ayam pansuh, yang memakai bambu untuk ayam, bukan nasi. Bahan serta alat yang serupa menghasilkan makanan berbeda.

Sumber & referensi · 2Ministry of Tourism, Indonesia · Lemang: regional variationsBrunei Tourism · Local delicacies: ambuyat and ingredients

Sumber & referensi

Brunei Tourism · Local delicacies: ambuyat and ingredientsDiakses: 2026-10-04

Ministry of Tourism, Indonesia · Lemang: regional variationsDiakses: 2026-10-04

Laporkan koreksi