Apa itu Choi pan?
Kulit tipis dari tepung beras dan tapioka membungkus isian gurih. Chai kwe dan choi pan merupakan nama yang dapat ditemukan untuk makanan Pontianak ini. Uraian pariwisata nasional mengaitkannya dengan tradisi kuliner Tionghoa-Indonesia serta penikmat dari berbagai kalangan.
Umumnya diperkenalkan sebagai camilan kukus, tetapi versi goreng juga didokumentasikan. Tanyakan jenis olahannya: kulit kukus yang lembut dan permukaan goreng yang renyah memberi tekstur berbeda meski isinya serupa.
Bahan pangan
Bengkoang, kucai, dan talas merupakan isian yang didokumentasikan. Itu pilihan antarversi, bukan harus semuanya berada dalam satu potong. Bengkoang memberi gigitan lebih ringan, kucai beraroma khas, dan talas memberi isi lebih padat. Bawang putih goreng menambah rasa gurih.
Sambal sering menyertai sajian, sehingga pedas dapat disesuaikan per suapan. Bila memerlukan makanan vegetarian, tanyakan isian serta bumbunya. Sayuran yang terlihat belum menjelaskan semua bahan dapur.
Cara menikmati
Choi pan dapat menjadi sarapan atau camilan tanpa harus hadir dalam jamuan lengkap. Mencoba beberapa isian memperlihatkan variasi dalam satu piring kecil. Tambahkan sambal sedikit demi sedikit agar bawang putih serta isiannya tetap terasa.
Di Kalimantan Barat, bandingkan dengan Bubur pedas. Beras memberi hubungan bahan, tetapi tepung pembungkus sayur berbeda dari beras sangrai yang dimasak menjadi bubur. Keduanya memperkenalkan sisi kuliner Pontianak dan sekitarnya.





