Satwa Borneo

Kelelawar fajar kecil

Eonycteris spelaea

Kelelawar pemakan nektar yang bertengger di gua ini hidup di Borneo dan kawasan Asia yang lebih luas.

Risiko rendah
Data spesies & taksonomi
Spesies
Eonycteris spelaea
Genus
Eonycteris
Famili
Pteropodidae
Ordo
Chiroptera
Kelas
Mammalia

Sebaran dan identitas

Kelelawar pemakan nektar yang bertengger di gua ini hidup di Borneo dan kawasan Asia yang lebih luas. Hewan ini tercatat di Gua Madai, Sabah. Kelelawar fajar besar, Eonycteris major, merupakan kerabat berbeda yang endemik Borneo dengan sebagian sebaran tumpang tindih.

Sumber & referensi · 3American Society of Mammalogists, MDD v2.5 · Eonycteris spelaea: taxonomy and linked categoryBiodiversitas, Ng, Mohd-Azlan and Wong · Floral biology and pollination strategy of Durio in Sarawak, Malaysian BorneoWestern Australian Museum · Studies on the bat genus Eonycteris

Pakan dan aktivitas

Kelelawar ini mengunjungi bunga untuk nektar dan serbuk sari pada malam hari. Penelitian Sarawak menyebut E. spelaea penyerbuk penting Durio graveolens, D. kutejensis, dan D. zibethinus. Mekarnya bunga dan ketersediaan nektar berlanjut hingga malam, sehingga aktivitas kelelawar berkaitan dengan pembentukan buah.

Sumber & referensi · 3American Society of Mammalogists, MDD v2.5 · Eonycteris spelaea: taxonomy and linked categoryBiodiversitas, Ng, Mohd-Azlan and Wong · Floral biology and pollination strategy of Durio in Sarawak, Malaysian BorneoWestern Australian Museum · Studies on the bat genus Eonycteris

Peran ekologis dan pengamatan

Kelelawar fajar kecil secara global berstatus Risiko Rendah. Penyerbukannya menghubungkan gua tempat bertengger dengan pohon berbunga. Di Sarawak, bunga durian juga menarik pengunjung lain, termasuk burung pijantung dan serangga. Aktivitas bunga malam menyediakan konteks pengamatan, sementara koloni gua mendukung peran ekologis jauh dari tempat bertengger.

Sumber & referensi · 3American Society of Mammalogists, MDD v2.5 · Eonycteris spelaea: taxonomy and linked categoryBiodiversitas, Ng, Mohd-Azlan and Wong · Floral biology and pollination strategy of Durio in Sarawak, Malaysian BorneoWestern Australian Museum · Studies on the bat genus Eonycteris

Wajah yang sesuai untuk bunga

Moncong sempit dan ujung lidah menyerupai sikat membantu kelelawar ini mencapai nektar. Serbuk sari yang menempel di sekitar wajah dapat berpindah ke bunga berikutnya. Bulunya pendek dan cokelat; jantan dapat memiliki rambut leher lebih menonjol. Berbeda dari banyak kelelawar buah, jari keduanya tidak bercakar.

Sumber & referensi · 1Handbook of the Mammals of the World / Lynx Edicions · Eonycteris spelaea: Handbook of the Mammals of the World

Waktu bunga durian

Dalam penelitian Sarawak, bunga Durio graveolens dan D. zibethinus membuka pada sore hari, sedangkan D. kutejensis lebih lambat. Nektar tersedia hingga malam. Perbedaan waktu ini menyediakan kesempatan makan setelah senja. Kelelawar ini menjadi penyerbuk utama ketiga spesies yang diteliti, dengan pengunjung lain turut berperan pada sebagian bunga.

Sumber & referensi · 1Biodiversitas, Ng, Mohd-Azlan and Wong · Floral biology and pollination strategy of Durio in Sarawak, Malaysian Borneo

Sumber & referensi

Handbook of the Mammals of the World / Lynx Edicions · Eonycteris spelaea: Handbook of the Mammals of the WorldDiakses: 2026-10-04

Western Australian Museum · Studies on the bat genus EonycterisDiakses: 2026-10-04

Biodiversitas, Ng, Mohd-Azlan and Wong · Floral biology and pollination strategy of Durio in Sarawak, Malaysian BorneoDiakses: 2026-10-04

American Society of Mammalogists, MDD v2.5 · Eonycteris spelaea: taxonomy and linked categoryDiakses: 2026-10-04

Laporkan koreksi