Ciri & pengenalan
Stenochlaena palustris adalah paku memanjat dengan daun muda kemerahan dan daun dewasa tebal. Anak daun steril lebar berbeda dari anak daun fertil yang jauh lebih sempit. Kedua bentuk berasal dari spesies sama, penting saat mencocokkan foto tumbuhan.
Sumber & referensi · 2
Singapore National Parks Board · Stenochlaena palustrisRoyal Botanic Gardens Kew POWO · Stenochlaena palustrisBunga, buah & reproduksi
Reproduksi melalui spora. Struktur pembawa spora memanjang menempati banyak bagian anak daun fertil sempit, menjelaskan perbedaannya dari daun steril lebar.
Sumber & referensi · 1
Singapore National Parks Board · Stenochlaena palustrisTemuan penelitian
Ekstrak paku ini diteliti di laboratorium untuk aktivitas antimikroba dan toksisitas. Penelitian tersebut bersifat praklinis, bukan bukti bahwa konsumsi kalakai mengobati infeksi manusia. Konsentrasi ekstrak dan paparan laboratorium tidak dapat dijadikan resep atau dosis pengobatan rumahan.
Sumber & referensi · 1
Peer-reviewed experimental research, 2022 · Free radical scavenging, anti-infectious and toxicity activities of Stenochlaena palustris extractsDi dapur Borneo
Pucuk muda Kelakai dimasak sebagai Midin. Catatan botani mengidentifikasi paku ini sebagai Stenochlaena palustris; nama kuliner merujuk bahan dan hidangan, bukan spesies lain yang hanya hidup di Sarawak.
Sumber & referensi · 1
NParks · Stenochlaena palustrisBagian pangan, rasa & tekstur
Daun muda yang lunak menjadi sayuran bernama kalakai di Kalimantan dan midin di Sarawak. Teksturnya lebih lembut daripada daun dewasa yang kaku sehingga keduanya bukan bahan dapur yang dapat saling menggantikan. Olahan midin dapat memadukan daun matang dengan bawang putih atau belacan. Rimpang pemanjatnya dapat mencapai tinggi pada vegetasi sekitar, tetapi bahan pangan berasal dari pertumbuhan muda dekat ujung, bukan semua bagian paku yang belum dikenali.
Sumber & referensi · 2
NParks · Stenochlaena palustrisSarawak Tourism Board · 5 outstanding tribal dishes in SarawakSebaran & habitat
Rawa air tawar, tepi sungai dan hutan dataran rendah lembap sesuai bagi paku ini. Anak daun steril yang lebar dan anak daun fertil yang sempit menjelaskan mengapa foto spesies yang sama dapat tampak berbeda. Spora terbentuk pada anak daun fertil; tidak ada bunga atau biji. Penelitian mencatat populasi di Kalimantan Tengah dan Selatan, dan tumbuhan ini juga tersebar jauh di luar Borneo. Drainase lahan basah mengubah lingkungan paku serta tumbuhan hutan lain.






