
Ambuyat
Brunei DarussalamAmbuyat adalah pangan sagu bertekstur lengket yang menjadi hidangan nasional Brunei. Cacah yang asam atau pedas, aneka lauk, dan cara menggunakan candas dari bambu membuat pengalaman makannya khas.

Jelajahi Kalimantan Tengah melalui masyarakat, tradisi, dan bahan pangan tertentu. Bahasa Ngaju, Huma Betang, dan Tiwah memiliki konteks berbeda; kalumpe dan karuang memperlihatkan nama makanan Maanyan dan Ngaju. Keterkaitan regional tidak membuktikan asal eksklusif. Buka entri untuk mengikuti sumber dan cerita terkait.
79 penemuan

Ambuyat adalah pangan sagu bertekstur lengket yang menjadi hidangan nasional Brunei. Cacah yang asam atau pedas, aneka lauk, dan cara menggunakan candas dari bambu membuat pengalaman makannya khas.
Ayam pansuh atau manuk pansuh adalah ayam yang dimasak dalam bambu di Sarawak. Jahe dan serai memberi aroma, sedangkan wadah bambu menghasilkan masakan lembap yang berkaitan dengan tradisi kuliner Dayak.

Bambangan adalah mangga beraroma kuat dari Borneo, digunakan di Sabah sebagai buah maupun pelengkap yang diasamkan. Tonsom atau nonsom bambangan menonjolkan daging buah berserat dalam tradisi kuliner Kadazandusun.
Beras Adan menghubungkan makanan dengan lembah pertanian dataran tinggi Krayan. Varietas putih, merah, dan hitam serta pengetahuan petani setempat memberi pangan Kalimantan Utara ini makna di luar nama hidangan.
Saat Erau di Tenggarong, Beseprah menjadikan makanan sebagai peristiwa bersama ketika orang duduk dan makan berdampingan.

Di Singkawang, bubur gunting mempertemukan kuah kacang hijau yang manis dengan potongan cakwe. Kudapan ini cocok dinikmati sebagai makanan ringan atau jeda makan sederhana, sambil memperhatikan perubahan tekstur cakwe setelah terkena kuah.

Bubur pedas adalah bubur gurih yang dikaitkan dengan kuliner Melayu Sambas di Kalimantan Barat. Beras sangrai yang dihaluskan, sayuran, dan bumbu aromatik memberi rasa berlapis, tidak sekadar pedas cabai.

Choi pan, juga ditulis chai kwe, adalah makanan berisi sayuran yang lekat dengan Pontianak. Kulit tepung beras dan tapioka, bawang putih goreng, serta sambal membentuk ciri camilan Kalimantan Barat ini.
Singkong memberi nama sekaligus isi utama Coto Menggala, soto khas Pangkalan Bun dengan ayam dan pelengkap yang berbeda menurut pembuatnya.
Kenali gami bawis melalui dapur pesisir Bontang, tempat hidangan ikan ini menjadi bagian identitas kuliner yang diakui.

Gence ruan adalah hidangan ikan Kalimantan Timur yang dikaitkan dengan masakan Kutai. Ikan haruan atau gabus dibakar lalu dipadukan dengan bumbu cabai dan bawang yang gurih serta pedas.

Hinava memadukan irisan ikan, jeruk nipis, jahe, dan cabai dalam hidangan khas Sabah. Rasa asam segar serta aromanya memperkenalkan kuliner Kadazandusun; pengasaman dengan jeruk perlu dibedakan dari pemasakan.

Ilat sapi adalah jajanan manis berbahan tepung dengan nama yang mudah diingat, dijumpai dalam tradisi camilan dan oleh-oleh Pangkalan Bun.
Kafe masa kini memberi tempat beristirahat di kawasan pemerintahan yang tumbuh.

Juhu singkah uwei memanfaatkan bagian muda rotan dalam masakan Kalimantan Tengah. Bumbu harum, kadang ikan atau daging, serta sayuran asam dapat berpadu dengan rasa sedikit pahit khas olahan Dayak ini.

Kalumpe atau karuang adalah olahan daun singkong tumbuk khas Kalimantan Tengah. Bumbu harum, terung pipit, dan lauk pendampingnya memperkenalkan tradisi kuliner Dayak yang tercermin dalam kedua nama tersebut.
Jelajahi Kampung Nasi Kuning sekitar Jalan Lambung Mangkurat, persinggahan kuliner kota tanpa mengklaim nasi kuning milik satu daerah saja.
Kelupis adalah bungkusan ketan dalam daun yang dikenal di Brunei dan Sabah. Santan memperkaya rasanya, sedangkan pengukusan dan pembungkus membentuk ciri khas makanan ini.

Amplang adalah kerupuk ikan renyah yang lekat dengan Kalimantan Timur, dikenal sebagai camilan dan oleh-oleh. Daya tariknya terletak pada kerenyahan ringan serta rasa ikan yang gurih.

Ketupat Kandangan memadukan ketupat, ikan haruan beraroma asap, dan kuah santan berbumbu. Namanya mengacu pada Kandangan di Kalimantan Selatan, dengan rasa kaya yang khas dalam kuliner Banjar.
Cara masyarakat Melayu Ketapang menikmati ketupat bersama lauk berbumbu. Carilah ketupat colet sebagai sajian setempat yang lengkap, bukan sekadar ketupat berbungkus yang tampak di foto.

Potongan ketupat dan mi bertemu dalam ketupat mie, makanan yang terdokumentasi di Martapura dengan kuah serta pelengkap mengikuti racikan pembuatnya.
Kenali pengalaman kuliner Sangatta yang terdokumentasi melalui ketupat daun nipah, tradisi lintas daerah bukan ciptaan eksklusif setempat.
Persinggahan pasar dan pujasera yang dekat dengan keseharian Sepaku.
Cara praktis memasukkan usaha kecil dalam kunjungan kawasan pemerintahan.

Singgah kuliner di Gaia Bumi Raya City: nikmati suasana teras taman dan periksa restoran atau acara makanan yang sedang berlangsung.
Kenali kawasan usaha kuliner nyata di Sangatta dengan memeriksa kios dan menu saat kunjungan.

Laksa Sarawak menyatukan bihun, kuah berbumbu, udang, ayam, dan telur dalam hidangan yang lekat dengan Kuching. Santan, asam jawa, serta pasta rempah memberi rasa kaya dan asam yang khas.
Lemang adalah ketan bersantan yang dimasak dalam bambu berlapis daun. Nasinya padat dan dapat dipotong, dengan rasa santan lembut serta tradisi yang dijumpai di Kalimantan dan dunia Melayu yang lebih luas.
Linopot adalah nasi padat berbungkus daun dari Sabah. Sebagian versi memadukan nasi dengan keladi atau ubi, menghasilkan makanan pokok lembut yang disantap bersama ikan, sayuran, dan pelengkap.
Kenali mantau dalam keseharian kuliner Balikpapan, termasuk penyajiannya bersama sapi lada hitam.
Kenali jamu sebagai tradisi meracik minuman di Kampung Pejabat Banjarbaru, dengan memperhatikan bahan, rasa dan penjelasan pembuatnya.
Midin adalah sayur pakis renyah dari kuliner Sarawak, sering ditumis dengan bawang putih atau belacan. Pucuk mudanya memberi tekstur segar; terasi mengubah rasa sekaligus kesesuaian makanannya.

Mi halus, semangkuk kuah hangat, dan harapan panjang umur: kenali mie asin Singkawang serta tanyakan kuah dan pelengkapnya kepada penjual.
Nasi berbumbu dalam budaya kuliner Kutai, dinikmati bersama ikan, sayuran, dan pelengkap bercita rasa kuat.

Nasi katok adalah hidangan Brunei yang terdiri dari nasi, ayam goreng, dan sambal. Susunannya mudah dikenali, tetapi bumbu ayam serta sambal masing-masing pembuat memberi keseimbangan rasa berbeda.

Nasi kuning dan lauk berbumbu kuat menjadi pengantar sarapan yang menarik untuk mengenal tradisi kuliner Banjar di Banjarbaru.
Nasi subut memadukan nasi, jagung, dan ubi ungu sebagai pangan khas Kalimantan Utara. Dikaitkan dengan Tana Tidung, rasanya sedikit manis dan gurih, kerap didampingi lauk ikan.
Nuba laya adalah nasi bertekstur lembut yang dibungkus daun dalam tradisi pangan Kelabit di dataran tinggi Bario, Sarawak. Bungkusan ini menghubungkan tekstur nasi dengan pertanian, makan bersama, dan keterampilan membungkus.
Tuhau adalah bahan beraroma kuat dari keluarga jahe di Sabah, digunakan dalam pelengkap dan lauk. Tunas mudanya memberi aksen tajam pada hidangan nasi, termasuk dalam bentuk acar dan sambal.
Kenali pempek Bontang sebagai olahan ikan pesisir dalam keluarga makanan Indonesia yang lebih luas.

Pengkang adalah ketan berisi ebi yang dibungkus daun pisang lalu dibakar di atas bara. Kudapan gurih ini cocok dicicipi saat berada di Pontianak, dengan memahami bahwa tradisi pengkang juga tersebar di pesisir menuju Mempawah.
Petah adalah wadai hijau lembut berbahan tepung beras dengan saus santan kental, bagian tradisi kuliner Martapura yang erat dengan jamuan perayaan.
Pinasakan adalah olahan ikan Sabah yang dimasak dengan bahan asam dan kunyit hingga kuah menyusut. Rasanya gurih dengan asam yang lembut, cocok bersama nasi atau ambuyat.
Nikmati jeda manis dengan pisang gapit, jajanan pisang yang dikenal dalam kuliner Balikpapan.
Kenali roti gembong melalui usaha roti lokal Samarinda dan tanyakan bentuk, isian, serta versi setiap pembuat.

Ngaju merupakan nama komunitas bahasa dan budaya tertentu di Kalimantan Tengah. Nama ini tidak semestinya dianggap sebagai sinonim bagi setiap masyarakat Dayak atau satu budaya yang dimiliki semua penduduk provinsi.

Cap Go Meh menghadirkan irama yang berbeda di Singkawang: arak-arakan, kegiatan keagamaan, dan rangkaian perayaan masyarakat. Rencanakan kunjungan untuk acaranya, tetapi sisakan waktu untuk mengenali kota di luar ruas jalan yang paling ramai.

Erau merupakan warisan upacara Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Tenggarong, dengan unsur festival umum dan kegiatan yang diatur oleh tata cara setempat.

Huma Betang merupakan bentuk rumah panjang berpanggung yang terutama terkait dengan komunitas Ngaju di Kalimantan Tengah. Strukturnya yang memanjang secara tradisional menyediakan tempat tinggal bagi beberapa keluarga.

Rumah kayu di Kelurahan Raja, Pangkalan Bun, ini memperkenalkan sisi lain keluarga bangsawan Kutaringin dan berbeda dari Istana Kuning.

Kaamatan menghubungkan syukur panen Kadazandusun dengan ingatan budaya, pertunjukan, dan perayaan bersama di Sabah.

Kerajinan tekstil Banjar yang tercatat sebagai warisan budaya takbenda Indonesia.
Kenali Kampung Tenun melalui perajin, alat tenun, dan sarungnya, dengan kunjungan yang mengikuti kehidupan kerja warga.

Rumah panjang Iban menghubungkan rumah tangga melalui lingkungan bangunan bersama. Di Sarawak, rumah ini merupakan hunian dan ruang komunitas, sekaligus tempat pengunjung dapat mempelajari pengetahuan lokal dengan persetujuan tuan rumah.

Falsafah nasional Brunei menghubungkan budaya Melayu, Islam, dan monarki, sementara komunitasnya mempertahankan bahasa, tradisi, dan bentuk identitas yang beragam.

Masjid utama Martapura menghubungkan identitas keagamaan kota dengan sejarah bangunan yang panjang. Kunjungi sebagai tempat ibadah aktif, bukan sekadar monumen.

Kenali budaya hidup provinsi melalui bahasa, perdagangan sungai, kuliner, dan kerajinan.
Pengetahuan padi Krayan menghubungkan pangan dengan air, sawah, kerbau, serta kehidupan Lundayeh. Kunjungan perlu berpusat pada petani dan pekerjaan kini.

Produksi sagu menghubungkan pengetahuan Melanau dengan lahan basah pesisir dan sungai Sarawak. Konteks Mukah menunjukkan hubungan khusus antara lanskap, pengolahan, dan makanan, bukan tradisi yang dilekatkan kepada semua komunitas Borneo.